batampos.co.id – Memasuki minggu kedua proses belajar mengajar di sejumlah sekolah negeri di Kecamatan Sagulung dan Batuaji masih belum berjalan kondusif.
Sejumlah kelas di sekolah negeri baik SMP Negeri dan SMA Negeri di kawasan Sagulung masih belum ideal untuk belajar mengajar.
Seperti pantauan batampos.co.id, di SMA Negeri 17, Sei Pelunggut, Sagulung, Kamis (25/7/2019).
Kelas X di SMA Negeri 17 diisi 40 hingga 46 siswa. Ruang kelas tampak sesak. Agar para siswa dan guru tidak kepanasan, ruang kelas dilengkapi dengan dua unit kipas angin.
“Iya mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi kebijakan Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi,” kata Lina Amaliana, Waka Kurikulum SMA Negeri 17.

“Sejauh ini guru masih bisa mengatasi jumlah siswa yang melebihi juknis yang seharusnya 36 siswa satu lokal,” jelasnya.
Baca Juga: Siasat Dinas Pendidikan Kota Batam untuk Atasi Kekurangan Guru
Ia menambahkan, total siswa yang tertampung dalam tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebanayak 434 siswa.
Para siswa dibagi dalam 10 kelas. Untuk jurusan IPA ada empat kelas dan IPS enam kelas. Satu kelas untuk jurusan IPA diisi 46 siswa dan IPS 42 siswa.
“Proses belajar juga masih dikondisikan, kita (SMA Negeri 17) total ada 29 rombel,” katanya.
“Dua diantaranya lab kimia digunakan untuk kelas 10 IPA dan XI IPA, kelas masih dikondisikan untuk sementara waktu,” lanjut Hasmi Warti, Waka Kesiswaan SMA Negeri 17.
Baca Juga: SMK Negeri 5 Kota Batam Tetap Pertahankan Jumlah Ideal Perkelas
Ia melanjutkan, kebijakan PPDB tahapan ketiga lalu masyarakat Kampung Tua, Dapur 12 banyak yang tak tertampung. Kata dia, selain karena zonasi, pilihan sekolah mereka juga hanya SMA Negeri 17.
“Otomatis pihak sekolah mengambil kebijakan untuk menerima warga Kampung Tua tersebut meskipun tak semua, hanya 12 siswa saja,” tuturnya.(cr1)
