batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam kesulitan menemukan lahan yang akan dijadikan lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di dua kecamatan yakni Batuaji dan Sagulung.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Batam, Faisal Novrieco, mengatakan, penempatan bin kontainer di dua wilayah itu terganggu karena tidak ada lahan yang sesuai.
Hal itu lanjutnya menyebabkan pengelolaan sampah di dua kecamatan tersebut belum berjalan maksimal. Akibatnya banyak warga yang membuang sampah di jalan.
”Meskipun tetap kami bersihkan setiap hari, namun namanya sampah itu cepat sekali bertambahnya,” ujarnya, Sabtu (27/7/2019).
“Kami angkut pagi sore sudah ada lagi,” kata dia lagi.

Kata dia, pihaknya harus mencari lahan untuk menempatkan bak sampah. Karena TPS yang ada saat ini, tidak layak sebab berada di pinggir jalan dan sangat menganggu estetika kota.
”Namun, kami tidak mungkin menempatkan bak sampah di lahan orang tanpa persetujuan pemiliknya. Untuk itu TPS mereka berada di pinggir jalan,” imbuhnya.
Kata dia, hingga saat ini belum ada warga yang bersedia meminjamkan lahannya untuk dijadikan TPS di dua kecamatan padat tersebut.
“Kita terus berupaya memperbaiki kinerja satuan petugas (Satgas) yang setiap hari mengurus persoalan sampah di Batam,” ujarnya.
Apabila terjadi kendala pengangkutan, pihaknya bahkan memindahkan armada dari kecamatan lain agar pengangkutan berjalan lancar.
”Sampah kalau terlambat diangkut warga langsung protes karena ini persoalan kompleks,” sebutnya.
Saat ini lanjutnya, jumlah tenaga dan armada yang ada belum maksimal untuk mengangkut sampah di Kota Batam.
”Jadi, kami maksimalkan yang ada saat ini. Kami selalu mengusulkan penambahan armada, namun itu melihat kekuatan anggaran juga,” tutupnya.(yui)
