batampos.co.id – Gelombang panas menyapu Eropa untuk kali kedua. Yang terdampak paling parah adalah negara-negara Eropa Barat seperti Prancis, Belgia, Jerman, Belanda, dan Inggris.

Di Paris, Prancis, suhu udara sekitar pukul 13.30 kemarin (25/7) mencapai 40,6 derajat Celsius dan diperkirakan terus merangkak naik.

Loading...

Itu memecahkan rekor sebelumnya pada Juli 1947 dengan suhu 40,4 derajat Celsius. Badan prakiraan cuaca memperkirakan suhu bisa mencapai 42–43 derajat Celsius.

’’Tubuh kita tidak sesuai untuk temperatur tinggi,’’ ujar PM Prancis Edouard Philippe pada CNN. Karena itu, dia meminta penduduk menjaga diri.

Seorang pekerja konstruksi membersihkan wajahnya sementara suhu mencapai rekor tertinggi baru di Berlin, Jerman, Kamis (25/7/2019). Foto: Fabrizio Bensch/Reuters

Banyak penduduk yang memilih berenang. Philippe memperingatkan agar mereka berhati-hati.

Sebab, saat gelombang panas pertama, ada lebih dari 40 kematian akibat tenggelam saat berenang.

Di Inggris, semua kereta diperintahkan berjalan pelan. Sebab, suhu rel kereta bisa mencapai 50 derajat Celsius.

Ada kemungkinan rel bengkok atau melengkung. Royal Meteorological Institute Belgia telah mengeluarkan peringatan kode merah di hampir seluruh penjuru negeri.

Mereka meminta penduduk melakukan pencegahan agar tidak dehidrasi.(jpg)

Loading...