batampos.co.id – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Batam bekerja sama dengan pemuda gereja menggelar dialog publik bertema ”Mencari Sosok Nakhoda Baru Kota Batam” di Cafe Langit, Mega Legenda 2, Batam Center, Minggu (28/7/2019).

Ketua GAMKI Kota Batam, Rikson Tampubolon, mengatakan, dialog dilakukan sebagai wujud kepedulian GAMKI sebagai generasi muda untuk membangun Kota Batam agar lebih baik lagi.

Loading...

Apalagi tahun depan, Batam akan dihadapkan pada kegiatan Pilkada serentak 2020.

”Ini sebagai bentuk inisiasi dan sumbangsih GAMKI bersama teman-teman muda dalam memberikan semacam pemikiran untuk menyambut pesta demokrasi 2020,” katanya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya mengundang pembicara-pembicara yang kompeten di bidangnya.

Mereka nantinya yang akan memberikan catatan-catatan permasalahan yang terjadi di Kota Batam.

Adapun pembicara yang diundang yakni politisi sekaligus anggota DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging, Ketua Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, Wali Kota Batam yang diwakili Yusfa Hendri serta Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri sekaligus Direktur Utama (Dirut) Batam Pos, Candra Ibrahim.

Dari kanan, Asisten I Setdako Batam Yusfa Hendri, Direktur Utama Batam Pos sekaligus Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim, Ketua Ombudsman Kepri Lagat Siadari dan anggota DPRD Kota Batam Uba Ingan jadi pembicara Millenial Talk GAMKI di Mega Legenda, Batam Center, Minggu (28/7/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Acara kita desain dengan membicarakan soal masalah yang menarik di Kota Batam dan sekaligus kita mencoba untuk menggambarkan seperti apa sosok pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Kota Batam ke depan,” tambah Rikson.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab antara peserta dialog dengan narasumber. Berbagai permasalahan dijawab dengan sangat baik.

Baca Juga: Pemerintah Pusat Kucurkan Dana Rp 2,3 Miliar untuk Bangun Infrastruktur di Sekitar Jembatan Barelang Kota Batam

Salah satu pembicara, Candra Ibrahim, memaparkan tentang pentingnya pemimpin yang fokus dalam pembangunan infrastruktur yang telah dimulai sejak kepemimpinan Wali Kota Muhammad Rudi.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan penataan kota penting untuk menopang kemajuan Batam.

Namun, selain infrastruktur fisik, infrastruktur kerakyatan juga tak boleh ketinggalan. Khususnya, dalam hal pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta usaha-usaha yang berhubungan dengan golongan milenial.

”Karena tidak dipungkiri, sepertiga dari penduduk Batam adalah golongan milenial,” tuturnya.

Selain itu, terkait dualisme kepemimpinan antara BP dan Pemko Batam, Candra menilai bahwa sumber permasalahan itu bukan di daerah, melainkan dari pemerintah pusat. Bahkan, pusat juga tidak pernah serius menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Batam – Bintan Makan Waktu 4 Tahun dengan Dana Rp 4 Triliun

”Buktinya, sejak Undang-undang 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Pemko Batam, belum pernah turun PP (Peraturan Pemerintah) yang mengatur hubungan kerja antara kedua instansi,” ujar Candra.

Padahal, sambung dia, PP adalah amanat UU 53 itu sendiri. ”Ke depan, diharapkan pusat segera mengeluarkan solusi yang tegas,” katanya.

Pembicara lainnya, Uba Ingan Sigalingging, mengatakan, sosok pemimpin yang diharapkan masyarakat Batam adalah mereka yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

”Kita mengakui apa yang dilakukan Pak Rudi sudah sangat bagus, terutama dalam hal infrastruktur,” ujarnya.

“Tetapi juga harus kita ketahui pembangunan infrastruktur menyerap anggaran yang cukup besar dan berimbas kepada sektor lain,” katanya lagi.

Ketua Ombudsman Kepri, Lagat, mengakui, pemimpin Kota Batam ke depan harus mampu mengembangkan Batam.

Rekam jejak pemimpin juga harus jelas karena siapapun bisa jadi pemimpin namun belum tentu bisa memimpin.

Road map-nya harus jelas, mau dibawa kemana Batam ini. Pemimpin lah yang akan menentukannya,” kata Lagat.

Yusfa Hendri mengakui, sejak tahun 2016 sejak kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota Batam sudah banyak terobosan yang dilakukan.

Ketika tahun 2016 ekonomi Batam jatuh yakni pertumbuhan ekonomi hanya 2 persen, Wali Kota Batam berpikir perlu ada upaya terobosan mengejar ketertinggalan ekonomi, salah satunya menjadikan Batam sebagai kota Pariwisata.

”Kita lihat jalan di Batam sudah dilebarkan, diprediksi tahun 2025, seluruh jalan di Kota Batam sudah dilebarkan semua,” jelas Yusfa.

Acara ditutup dengan pemberian piagam dari GAMKI kepada narasumber dan foto bersama.

Dialog yang menghadirkan berbagai narasumber sekaligus oleh mahasiswa terkait Pilkada 2020 ini baru pertama dilakukan.

Sebelumnya dilakukan ICMI Batam, namun dengan format berbeda dan hanya mengundang satu narasumber secara terpisah.(rng)

Loading...