batampos.co.id – Para pedagang di sekitar jembatan satu Barelang kecewa dengan penertiban yang dilakukan tim terpadu.
Para pedagang menilai Pemko Batam tidak memikirkan bagaimana nasib mereka kedepan. Karena hingga saat ini belum ada kejelasan di mana mereka akan direlokasi.
“Sebenarnya dari Dinas Pariwisata telah berunding dan sudah pernah didata dan rencananya akan dipindahkan ke area bawah,” kata Sandi Imam, Pedagang Kios Jembatan I Barelang, saat ditemui di lokasi.
Para pedagang mengaku kecewa dengan pihak ketiga. Mereka mengaku sudah membayar iuran dan disampaikan jika tidak akan ada penggusuran.
Informasi lain yang didapatkannya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam memperbolehkan pedagang berjualan menggunakan payung untuk sementara waktu.
“Kami disini hanya mencari rezeki demi menyambung hidup,” kata Desma, pedagang lainnya.

Desma mengaku sudah berjualan di pinggir jalan sekitar Jembatan satu Barelang sejak puluhan tahun.
“Kami terkejut tiba-tiba tim terpadu turun ke lapangan,” jelasnya.
Tidak mau barang dagangannya dihancurkan, para pedagang langsung memindahkan barang-barangnya dari dalam kios.
“Lapak kita dibongkar, tidak ada diberikan uang ganti,” ujarnya.
“Yang paling menyedihkan tempat yang dijanjikan sebagai ganti lapak berjualan belum jelas lokasinya,” katanya lagi.
Kata Desma, kios yang ditempatinya untuk berjualan dibeli dari warga setempat Rp 16 juta.
“Tapi terkait uang ganti bangunan belum ada musyawarah dengan kami, hanya sebatas wacana saja,” lanjut Desma.(cr1)
