batampos.co.id – Tak kunjung diperbaiki hingga setahun lebih, tingkat elevasi bahu jalan di di dekat Jembatan Sei Ladi semakin menurun.
Bahkan tanda “hati-hati bahaya longsor” sudah dipasang sekitar 100 hingga 200 meter sebelum mencapai bahu jalan yang rusak itu.
“Minggu kemarin sudah kami rapatkan dengan Kementerian PUPR di Jakarta, kami berharap teman-teman dari Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional 1 (PJN 1) bisa dapat anggaran tambahan tahun ini,” kata Kasubdit Pembangunan Jalan dan Jembatan BP Batam, Boy Zasmita, Selasa (30/7/2019).
Kata dia, ruas jalan yang dulunya merupakan aset BP Batam, saat ini perbaikannya dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Boy mengatakan target perbaikan bahu jalan di Jembatan Sei Ladi harus direalisasikan tahun ini.
“Paling lambat tahun depan. Makanya sekarang minimal jalan itu dikasih tanda pengaman dulu,” jelasnya.
Boy juga menegaskan bahwa jalanan tersebut aman untuk dilalui. Pasalnya sudah dipasang pengaman jalan saat dibangun dulu.

“Sedangkan bahu jalannya tidak ada pengaman. Tapi itu tetap harus diantisipasi dengan pemasangan pengaman,” katanya.
Berdasarkan berita sebelumnya, anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki bahu jalan Sei Ladi mencapai Rp 14 miliar.
Tim dari Satker PJN 1 memang tengah memperjuangkan anggaran tersebut agar segera bisa dicairkan. Mereka juga sudah melakukan peninjauan dan tes tanah di lokasi.
“Kalau tidak ditangani segera, maka akan terjadi longsor karena penurunan badan halan,” kata Kepala Satker PJN 1 Kepri dari Kemenpupera, Endry Z Jamal.
Kata dia, Kemenpupera telah merevisi jumlah anggaran yang dibutuhkan, sehingga diperoleh angka Rp 14 miliar.
Endry, mengatakan kerusakan disebabkan kondisi tanah di bahu jalan tersebut tidak mantap.
“Kondisi tanah tidak mantap karena tidak ada sisi pengikat dari luar. Kami akan buat pengikat dengan pemasangan tiang pancang (pile) di sisi luarnya,” ujarnya.
Endry menambahkan tahun ini, pihaknya akan membangun konstruksi sehingga nantinya bisa langsung menopang bagian bahu jalan yang rusak.(leo)
