batampos.co.id – Pemkab Lingga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berupaya meningkatkan dan mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki. Salah satu cara yang diambil yakni dengan bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM Kepri dan menggelar sosialisasi pembinaan pengawasan indikasi geografis.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga Siswadi mengatakan, indikasi geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Loading...

“Tidak diragukan lagi kalau Kabupaten Lingga ini kaya dengan sumber daya alam sagu yang memang menjadi tumbuhan dominasi di Pulau Daik Lingga,” ujar Siswadi.

ilustrasi mi sagu

Pembinaan atau sosialisasi ini juga dilakukan dengan tujuan mempersiapkan pemenuhan persyaratan permohonan indikasi geografis, permohonan pendaftaran indikasi geografis, pemanfaatan dan komersialisasi dan juga pemahaman atas perlindungan indikasi geografis.

Sehingga, Siswadi mengharapkan sagu di Lingga dapat diberikan label indikasi geografis sehingga dapat menghasilkan ekonomi tinggi. Tujuan utama yakni menjadikan sagu sebagai salah satu hasil alam yang dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Bunda Tanah Melayu.

“Sekaligus menjadikan sagu Lingga lebih terkenal dengan mutunya,” kata Siswadi.

Pada kegiatan ini, pihaknya mengundang seluruh tokoh masyarakat serta para pengu-saha sagu hingga seluruh masyarakat terutama yang terlihat aktif dalam kegiatan produksi sagu. (wsa)

Loading...