batampos.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, harga sejumlah komoditas sayuran masih tinggi di pasar-pasar tradisional. Seperti di Pasar Tiban Center, cabai merah dijual Rp 70 ribu per kilogram (kg), cabai rawit Rp 90 ribu, bahkan cabai setan sudah tembus Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kg.

”Kalau pasokan kita lancar. Kecuali cabai. Makanya harga cabai tinggi,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batam (DKPP) Batam Mardanis, Selasa (30/7).

Ia mengakui untuk cabai merah, rawit, dan cabai setan memang masih tinggi. Ini disebabkan pasokan tidak lancar karena dari daerah asalnya belum panen.

”Saat kami turun (pantau pasar) cabai rawit itu masih Rp 100 ribu per kg. Ya mau gimana lagi pasokan itu yang berukurang masuk,” ujarnya.

Selama menunggu masa panen, Mardanis memprediksi harga cabai masih akan terus tinggi. Ia memperkirakan musim panen akan berlangsung Agustus hingga September mendatang.

”Lagi musim tanam. Kalau sudah panen raya di masing-masing daerah itu, jadi pasokan lancar sehingga harga bisa turun,” lanjutnya.

Dia mengatakan, solusi untuk mengendalikan harga cabai yakni dengan pengembangan tanaman. Namun, itu sulit dilakukan karena persoalan lahan dan ketersediaan bibit tanaman.

Ria seorang pedagang sayur Tos 3000 Jodoh menunjukan cabai rawit
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Kalau petani siap saja untuk mengembangkan. Sekarang petani juga sudah mulai menanam di Barelang sana, cuman sekarang masih belum banyak,” terangnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan komoditas pangan lainnya, seperti ayam dan telur di peternakan Barelang juga cukup untuk memenuhi kebutuhan di Batam. Mendekati Lebaran permintaan naik, sehingga harga juga melonjak naik.

”Kalau permintaan banyak biasanya harga naik. Jadi, mudah-mudahan jelang Lebaran nanti harga normal,” tambahnya.

Sedangkan Kabid Perdagangan Disperindag Kota Batam Adisthy mengatakan, harga kebutuhan selain cabai cenderung stabil. Kenaikan harga cabai sejak awal Ramadan lalu. Secara bertahap harga melambung tinggi dari harga normal, yakni sebesar Rp 35 ribu per kg.

”Survei harga 26 Juli lalu, harga cabai merah Rp 80 ribu per kg. Sementara cabai rawit Rp 85 ribu hingga Rp 110 ribu per kg. Survei harga dilakukan di empat pasar tradisional di Batam,” kata Adisthy, kemarin.

Untuk jenis cabai lain, sambungnya, seperti cabai merah keriting saat ini masih diangka Rp 68.000 sampai Rp 100 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit hijau masih di angka Rp 82 ribu hingga Rp 100 ribu per kg.

Anton, pedagang Pasar Tos 3000 Jodoh mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. ”Kenaikan akibat stok menipis karena kemarau. Harga cabai dari distributor telah mengalami kenaikan, sehingga pedagang eceran di pasar terpaksa menyesuaikan harga,” tuturnya.

Pedagang di Pasar Hang Tuah Iwan mengatakan, harga cabai keriting menyentuh angka Rp 75 ribu per kg. Lalu harga cabai rawit merah Rp 100 ribu per kg dan rawit hijau Rp 90 ribu per kg.

”Harga komoditas cabai masih tinggi sejak tiga sebulan terakhir,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan jual beli di pasar tidak stabil. Sehingga ia kesusahan untuk menjual komoditas cabai.

”Kita jadi susah karena harga tinggi. Kondisi pasar juga sedang cukup sepi. Banyak warga ngeluh karena harga cabai,” kata dia.

Selain kenaikan cabai, berbagai jenis komoditas tidak ada kenaikan harga. Komoditas sayur misalnya. Masih stabil dan juga tidak mengalami kendala pasokan.

”Pasokan untuk sayur mayur tetap lancar dan tidak berkurang. Harga normal,” katanya. (yui/rng)