Jumat, 10 April 2026

Batam Masuk Zona Merah Rawan Kebakaran

Berita Terkait

batampos.co.id – Stasiun Meteorologi Hang Nadim melakukan analisa parameter cuaca. Dan hasilnya hampir sebagian besar wilayah Batam ataupun Kepri masuk dalam zona merah rawan terjadi kebakaran. Analisa ini dilakukan hasil dari pemantauan yang dilakukan oleh Satelit Tera Aqua.

Tingginya tingkat kerawanan ini, menurut Kasi Datin Stamet Hang Nadim Suratman harus jadi perhatian setiap pihak. ”Suhu udara sangat panas, sehingga rentan terjadinya kebakaran,” katanya, Kamis (1/8).

Saat ini suhu Batam pada titik terdingin tercatat 25 derajat, sedang terpanas 33 derajat. Menurut Suratman tingginya suhu udara ini, disebabkan tingkat kelembapan udara di lapisan atas yang cukup rendah. Sehingga menyebabkan pertumbuhan awan berkurang dan sinar matahari langsung ke permukaan bumi.

”Akibatnya suhu udara menjadi panas,” ungkapnya.

ilustrasi

Hari ini, Jumat (2/8), lanjut Suratman, diperkirakan kondisi yang sama akan terjadi. Diperkirakan suhu terendah di angka 25 derajat dan tertinggi 32 derajat. ”Dalam seminggu ke depan akan terus seperti ini,” terangnya.

Karena suhu udara yang panas dan terik, Suratman meminta supaya masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dari potensi kebakaran. Seperti tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan mewaspadai apabila melihat adanya potensi kebakaran, serta segera mengambil tindakan yang diperlukan kalau perlu berkoordinasi dengan instansi terkait.

Apakah kondisi ini menyebabkan curah hujan hilang? Menurutnya, potensi curah hujan akan terus terjadi. Namun, hanya bersifat hujan lokal dengan intensitas rendah.

”Waktunya juga tidak lama,” tuturnya.

Walaupun begitu, sejauh ini belum terpantau titik api di Batam. Stamet Hang Nadim baru memantau titik api di Bintan, Karimun, dan Anambas.

”Tetap selalu berhati-hati dan tingkatkan kewaspadaan,” ungkapnya. (*)

Update