batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal membuka kegiatan bakti sosial Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Pelatihan meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Seminar Awam di Gedung Serbaguna Sri Serindit, Ranai, beberapa waktu lalu.
Hadir pada acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Wan Siswandi, Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Dr Renan Sukmawan, Sp.JP (K),PhD, dan Guru Besar Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Prof Ganesha M Harimurti, Sp. JP (K).
Hamid mengatakan, sebelum rombongan ini sampai ke Natuna, pihaknya melalui Kepala Dinas Kesehatan telah menerima informasi akan ada rombongan Fakultas Kedokteran Kardiologi dan Vaskular dari Universitas Indonesia sebanyak 81 orang dokter.
”Saya sebagai kepala daerah sangat menyambut baik serta merasa senang mendapat kunjungan dari dokter ahli jantung,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat Natuna juga merasa bersyukur karena Natuna selalu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, karena percepatan pembangunan di Kabupaten Natuna tidak luput dari campur tangan kementerian terkait, dimana seluruh Kemente-rian itu harus membuat kegiatan di Natuna.
Hamid Rizal juga berharap dengan kegiatan bakti sosial ini dapat mendukung terciptanya sikap mandiri masyarakat, terutama dalam upaya penanggulangan penyakit kardiovaskular, serta mampu melakukan pencegahan, deteksi dini tentang hipertensi dan faktor risikonya. Ke depan jumlah penderita hipertensi di Kabupaten Natuna dapat ditekan semaksimal mungkin.

Ketua panitia pelaksana bakti sosial dan seminar awam, Dr Radityo Prakoso, Sp. JP (K) menjelaskan, penyakit jatung dan pembuluh darah merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian paling tinggi di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Dari riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan Rebuplik Indonesia (Kemenkes RI) diketahui bahwa masyarakat Natuna memiliki angka pengidap penyakit darah tinggi atau hipertensi yang cukup tinggi, bahkan tertinggi jika diban-dingkan beberapa daerah di Indonesia.
Oleh karena itu, pihaknya merasa bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat guna mengurangi angka kematian penyakit jantung dan pembuluh darah di Natuna.
Adapun beberapa program kegiatan yang digelar di Kabupaten Natuna di antaranya Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), seminar awam dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya dan penanganan pertama penyakit jantung dan pembuluh darah.
Selain itu akan dilakukan pengum-pulan data terkait kesehatan jantung dan pembuluh darah yang nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja tepat bagi penanganan hipertensi dan penyakit jantung, khususnya di Kabupaten Natuna.
Kepala Depertemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Renan, juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Natuna karena dirasa kegiatan bakti sosial ini tidak dapat terlaksana tanpa kerja sama dengan pemda beserta jajarannya.
Renan menambahkan, darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu faktor risiko gangguan kesehatan yang akan merujuk pada penyakit jantung atau stroke dan berujung pada kematian. (arn)
