batampos.co.id – Masyarakat kembali diingatkan untuk berhati-hati dalam membeli kavling siap bangun (KSB) yang ramai diperjualbelikan di media sosial (medsos).
Pada umumnya KSB yang ramai diperbincangkan saat ini dibuka dengan cara membabat hutan lindung yang merupakan kegiatan ilegal.
“Untuk mengecek legalitasnya itu mudah. Di BP ada bagian pengaduan lahan. Jika lahan KSB-nya masuk hutan lindung, maka Direktorat Pengamanan (Dirpam) akan kami unutk mengecek,” kata Kepala Kantor Lahan BP Batam, Imam Bahroni di Gedung Marketing BP Batam, Jumat (2/8/2019).
Penyerobotan hutan lindung untuk dijadikan KSB memang menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah pusat saat ini.
KSB hasil pembabatan ilegal tersebut dijual dengan iming-iming harga terjangkau sehingga membuat masyarakat awam tertarik membelinya.
Padahal lahan KSB tak akan bisa memperoleh sertifikat karena legalitasnya tidak sah.

Bahroni menceritakan kewenangan pengelolaan hutan lindung ada dibawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Kasus penyerobotan hutan lindung di Batam membuat KLHK ikut turun ke Batam beberapa minggu yang lalu untuk menyegel sejumlah lahan KSB ilegal di Nongsa.
“Program KSB telah dihentikan sejak Oktober 2016 oleh BP Batam. Apabila masyarakat mendapatkan penawaran berkedok KSB, itu adalah penipuan. Segera lakukan pengecekan di Kantor BP Batam,” paparnya.
Bahroni kemudian mengungkapkan program KSB dihentikan sejak 2016 dihentikan karena BP kesulitan untuk mengontrolnya.
Sejak dimulai pada medio 2000-an untuk mengatasi permasalahan rumah liar (ruli), banyak orang diberi KSB oleh BP Batam.
Ditambah lagi saat itu, kondisi ekonomi Batam sangat baik sehingga banyak orang datang berbondong-bondong ke Batam. Akibatnya, lahan-lahan KSB seperti di Bidaayu penuh sesak.
Bahroni mengkhawatirkan kalau semakin padat lahan KSB begitu juga tingkat kepadatan penduduk, maka akan menyebabkan masalah kesehatan karena fasilitas sanitasi yang akan memburuk.
“Lahan tinggal sedikit, tanah habis untuk pemukiman saja. Dulu penyelesaian dengan KSB, perkembangannya saat ini menjadi tidak sehat,” jelasnya.
“Makanya dihentikan dan solusi saat ini adalah menciptakan hunian naik ke atas atau vertikal,” terangnya.(leo)
