batampos.co.id – Kawasan bibir pantai Taman Yasmin Kebun mendadak berubah menjadi kawasan tumpukan limbah yang jumlahnya ratusan karung.

Saat ini kawasan tersebut tak ubahnya hampir sama persis dengan tempat pembuangan akhir di Punggur.

Padahal tak jauh dari bibir pantai Taman Yasmin Kebun merupakan lingkungan perumahan warga seperti misalnya Perumahan Griya Panorama Permai Batamkota.

Tak banyak masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan bibir pantai Taman Yasmin Kebun mengetahui tumpukan ratusan karung limbah yang dibuang di bibir pantai tersebut milik siapa.

Seperti yang dikatakan warga Griya Panorama Permai, Dito misalnya.

Ia mengaku banyak warga yang mengeluhkan kawasan bibir Pantai Taman Yasmin Kebun tersebut, berubah menjadi tempat penimbunan ataupun pembuangan ratusan karung limbah atau sampah beragam jenis seperti kertas maupun plastik bekas.

Baca Juga: Ngeri…Limbah Medis Berserakan di Pinggir Jalan Kota Batam

“Ini sebenarnya sudah lama kami resahkan, siapa yang berani membuang limbah itu di bibir pantai. Sampai saat ini kami tak tahu siapa pembuangnya ataupun siapa pemiliknya.

Anggota Komisi III DPRD Batam yang membidangi sarana dan prasarana serta lingkungan hidup, Jefry Simanjuntak, meminta Pemko Batam segera turun tangan.

Tumpukan limbah yang berada di Taman yasmin kebun Batam Kota. DLH Kota Batam diminta turun ke lokasi dan mencari oknum tidak bertanggungjawab yang membuang limbah tersebut. Foto: Galih/batampos.co.id

Ia meminta pihak terkait untuk menelusuri dan mengecek langsung keberadaan tumpukan ratusan karung limbah yang dibuang di bibir Pantai Taman Yasmin Kebun yang lokasinya tak jauh dari bundaran SMU 3 Batamkota.

“Perangkat RT/RW harus ada tindakan demi kesehatan masyarakatnya,” jelasnya.

RT/RW lanjutnya, harus segera melaporkan temuan itu ke Pemko Batam dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup.

“Itu limbah harus ditelusuri siapa pembuangnya, apakah itu disengaja oleh pemiliknya ataupun seperti apa,” tegasnya.

Baca Juga: Bahaya Residu Limbah Plastik

Jefri khawatir jika di dalam ratusan karung itu adalah limbah yang mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3). Hal tersebut lanjutnya, akan mengancam kerusakan ekosistem yang ada di Pantai Taman Yasmin Kebun.

“Apalagi saat ini limbah plastik B3 khususnya plastik jadi sorotan nasional di Batam, saya minta DLH Batam harus turun tangan mengecek itu,” katanya.

“Meskipun nantinya bukan limbah B3, namun hal itu sudah menyalahi aturan. Taman Yasmin Kebun bukan merupakan area TPA,” ujarnya lagi.

Pemerintah daerah kata dia, sudah menunjuk TPA Punggur sebagai area tempat pembuangan sampah, bukan di Taman Yasmin Kebun.

“Usut tuntas siapa si pembuang limbah di Taman Yasmin Kebun itu,” tegasnya.

Komisi III DPRD Batam sendiri berencana akan turun melihat langsung tumpukan ratusan karung limbah yang sengaja dibuang di bibir pantai Taman Yasmin Kebun.

“Sesegera kami akan datang ke sana memastikan siapa si pembuang atau pemilik limbah itu,” ujarnya mengakhiri.

Pantauan batampos.co.id, ratusan karung berisi sampah atau limbah baik itu plastik maupun kertas dan lain sebagainya sengaja ditumpuk tepat di bibir pantai Taman Yasmin Kebun.

Pemandangan yang seharusnya seperti pantai, tak ubahnya menjadi TPA seperti di Punggur.(gas)