batampos.co.id – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Batam meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Batam untuk periode Juli ini ada 93 pasien positif terkena DBD.

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, jumlah pasien DBD di bulan ini adalah yang paling tinggi. “Bisa jadi karena curah hujan beberapa waktu lalu menjadi waktu berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD,” sebutnya, Sabtu (3/8/2019).

Menurutnya, sepanjang tahun ini total penderita mencapai 491 penderita. Jika melihat grafiknya masih cukup sama bila dibandingkan tahun lalu. “Tidak ada kenaikan yang luar biasa dari jumlah ini,” sebutnya.

Ia menjelaskan, meskipun saat ini jarang turun hujan, bukan berarti nyamuk penyebab DBD tidak berkembang. Perilaku hidup sehat yang masih kurang bisa menyebabkan nyamuk berkembang, terutama di penampungan air.

“Untuk itu, harus sering dicek penampungan air dan lingkungan sekitar rumah. Jika ada yang bisa menampung air segera dibersihkan,” imbaunya.

Batam merupakan paling padat penduduk bila diban-dingkan dengan enam kabupaten atau kota yang ada di Kepri. Hal ini membuat presentase pasien terbanyak berada di Batam. Menurutnya hal tersebut wajar saja, kecuali Batam sedikit penduduk dengan penderita terbanyak.

“Tetap saja masih tinggi bila dibandingkan daerah lain,” ucapnya.

Selain membentuk Jumantik, petugas masing-masing puskesmas juga mendatangi rumah warga yang terkena DBD. Beberapa kali petugas juga mengecek bak penampungan air, dispenser, kamar mandi hingga seluruh area rumah untuk penanggulangan kasus DBD.

“Semuanya kami cek. Memang benar ada jentik nyamuk yang bersarang. Untuk itu warga diminta menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan menerapkan 3M plus serta gotong royong di pekarangan rumah. Cara ini bisa mengusir nyamuk berkembang biak,” terang Didi.

Ia mengingatkan, nyamuk Aides Agepty tidak hidup di selokan. Mereka tipe nyamuk yang hidup di air bersih. Jadi, pastikan mengecek bak penampungan air, pot bunga serta tempat lain yang menjadi tampungan air.

“Yang di selokan itu bukan jentik nyamuk penyebab DBD. Perhatikan di rumah jangan ada genangan air. Itu bisa jadi tempat mereka berkembang biak.”

Mengenai faktor cuaca yang terjadi akhir-akhir ini, mantan Direktur RSUP Bintan ini mengungkapkan, asalkan perilaku hidup bersih dite-rapkan, nyamuk tidak akan bersarang di rumah. Menurutnya, penyemprotan atau fogging hanya jalan terakhir jika ditemukan pasien.

“Jadi, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Fogging itu cara yang paling terakhir kami laksanakan untuk membasmi nyamuk,” tutupnya.(yui)