batampos.co.id – Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Batam tergolong cukup tinggi. Selama enam bulan terakhir atau hingga Juni 2019, tercatat sebanyak 293 kecelakaan terjadi di kota ini.
Akibat kecelakaan itu, 41 orang meninggal dunia, 50 orang luka berat dan 359 orang mengalami luka ringan. Sedangkan kerugian materi karena kecelakaan lalu lintas selama enam bulan itu sebanyak Rp 547 juta.
Pihak kepolisian juga mencatat, usia korban kecelakaan lalu lintas mayoritas berasal dari usia produktif, pada rentang usia 21 sampai 30 tahun. Rentang usia kedua terbanyak adalah 31 sampai 40 tahun.
Dengan banyaknya korban kecelakaan lalu lintas di usia produktif, Satlantas Polresta Barelang mendatangi beberapa sekolah di Batam guna menyampaikan pentingnya tertib berlalu lintas di jalan raya.
Hal itu juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019. Mengingat, sering terjadi kecelakaan berkendara yang disebabkan oleh kelalaian pengendara itu sendiri.
Wakasat Lantas Polresta Barelang AKP Kartijo mengatakan, anggotanya mendatangi beberapa sekolah di Batam agar siswa-siswi mengetahui pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Siswa-siswi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak diperbolehkan mengemudikan kendaraan bermotor ke sekolah.
”Namun, apabila mereka nantinya sudah berumur 17 tahun, baru bisa untuk mengurus SIM,” ujar Kartijo.

Satlantas Polresta Barelang juga mengenalkan pendaftaran SIM online. Kemudian, dapat melaksanakan latihan ujian teori maupun praktik di halaman Polresta Barelang.
Menurut Kartijo, penyebab utama kecelakaan lalu lintas kebanyakan adalah human error atau kelalaian dari pengendara itu sendiri.
Baca Juga: Kerugian Material Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Mencapai Rp 547 Juta
”Kebanyakan kurang fokus, terkadang juga mengantuk saat mengemudikan kendaraanya di jalan raya sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Kartijo.
Kendati begitu, masih banyak faktor lainnya yang menjadi penyebab kecelakaan, seperti faktor jalan, cuaca dan lingkungan.
Faktor jalan, misalnya licin, berlumpur dan berlubang. Faktor cuaca, seperti berkabut dan hujan.
”Faktor lingkungan, misalnya jalanan yang sepi, tanjakan, banyak pepohonan yang kemungkinan bisa tumbang,” jelasnya.
Beda faktor suatu kecelakaan lalu lintas, tentunya beda juga penyebabnya. Dia mengungkapkan, penyebab terbesar adalah human error.
Di mana, pengendara kendaraan bermotor banyak melakukan pelanggaran, seperti pelanggaran rambu lintas dan kecepatan.
Selain itu, jalan berlubang juga menjadi faktor yang banyak ditemukan dalam kasus kecelakaan lalu lintas.
”Kalau rambu lintas, seperti menerobos lampu merah yang menyebabkan mereka tabrakan pengendara lain. Pelanggaran kecepatan, mereka mengemudi dengan kecepatan tinggi saat ada lubang, otomatis sulit menghindar dan terjatuh,” tuturnya.
Ia berharap, masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara. Masalah lingkungan, cuaca dan jalan, kadang kala tidak bisa dihindari, tergantung dari kehati-hatian para pengendara.
Ia berharap, seluruh pengendara di jalanan Kota Batam bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
”Itu gunanya selalu mengadakan sosialisasi. Selama ini, masyarakat selalu mengabaikan. Faktor kecelakaan terkadang tidak bisa dihindari. Jadi, paling tidak penyebab kecelakaan diminimalisir, karena semua tergantung pribadi masing-masing,” imbuhnya.
Saat sosialisasi ke sekolah, polisi juga menyampaikan tentang bahaya narkoba, karena saat ini banyak beredar narkotika jenis sabu, ganja, serta pil koplo.
Sebab, hal itu membuat daya pikir si pengguna menjadi menurun dan memperbodoh mereka.
Selain itu, polisi juga menyampaikan bahaya minuman keras (Miras) kepada murid baru, jika miras juga akan merusak kesehatan.
”Juga bahaya kemajuan Informasi Teknologi (IT), dimana pemakaian gaget atau hape yang banyak situs dewasa dapat merusak generasi bangsa,” tegasnya.
Juga hal yang sangat penting juga disampaikan, agar mereka tidak gampang terhasut berita yang tidak benar atau hoaks.
”Kewajiban seorang murid adalah semangat belajar, agar kelak bisa berprestasi dan mewujudkan cita-cita menjadi harapan bangsa,” tambahnya.(gie)
