Selasa, 7 April 2026

Penipuan Online Kembali Marak, Warga Kota Batam jadi Korban Lagi

Berita Terkait

batampos.co.id – Korban penipuan online berjatuhan lagi. Apes kali ini dialami Rosma, seorang ibu rumah tangga di Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Ibu satu anak ini kehilangan Rp 1 juta setelah diperdayai oleh pelaku penipuan bermodus jual bed cover murah.

Korban mengatakan sudah mentransfer uang tabungannya ke rekening pelaku pada Jumat (2/8/2019) lalu.

Namun hingga Minggu (4/8/2019) siang, pesanannya tidak kunjung tiba.

Korban bahkan tidak bisa menghubungi pelaku, karena semua media komunikasi diblokir pelaku.

“Mana tahu bisa blokir nomor rekening dia pak, takut ada korban lagi seperti saya,” ujarnya, saat mengadu ke Polsek Batuaji.

“Saya terpedaya karena harga bed covernya murah,” ujar Rosma lagi.

Ilustrasi

Kata dia, modus yang dilakukan pelaku sama dengan pelaku-pelaku penipuan online sebelumnya.

Selain menawarkan barang dengan harga yang murah, pelaku juga menyertakan foto kartu identitas dan toko tempat usahanya yang diduga palsu.

Saat korban terpedaya pelaku meminta uang pembelanjaan ditransfer.

Setelah itu pelaku kembali memperdayai korban untuk transfer lagi dengan alasan sebagai uang jaminan untuk meloloskan barang yang akan dikirim ke petugas Bea dan Cukai.

“Iya pak, kemarin dia sempat minta transfer Rp 300 ribu lagi katanya untuk jaminan ke BC, tapi saya tak mau lagi karena baru sadar itu penipuan,” jelasnya.

“Karena saya tak turuti permintaan mereka itu maka semua percakapan diblokir,” tutur Rosma.

Rosma bukan korban penipuan pertama. Sebelumnya sudah banyak laporan serupa yang masuk ke Polsek Batuaji.

Hampir setiap minggu ada saja korban yang berhasil diperdayai dengan kerugian mulai Rp 1 juta hingga puluhan juta rupiah.

Menanggapi itu, pihak kepolisian hanya bisa mengimbau agar masyarakat lebih jeli lagi menanggapi tawaran-tawaran seperti itu.

Masyarakat harus bijak apalagi berhubungan dengan transaksi keuangan.

Tidak mudah terperdaya dengan orang-orang yang tak dikenal sama sekali.

“Jangan mudah percaya dengan tawaran jual beli online, kalau memang merasa yakin pastikan dulu dengan mendatangi atau mengecek kebenaran tawaran tersebut,” imbau Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe.(eja)

Update