batampos.co.id – Polres Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri) terpaksa menutup akses jembatan II Pulau Dompak, Tanjungpinang, karena hampir 85 persen tiang penyanggah jembatan tersebut keropos dan terancam roboh.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, mengatakan penutupan dilakukan karena khawatir akan mengancam keselamatan pengguna jembatan, terutama pengendara kendaraan roda dua maupun empat.

“Kecuali pejalan kaki, diperbolehkan untuk melintasi jembatan itu,” ujar Ucok saat meninjau lokasi jembatan II Pulau Dompak, Rabu (7/8/2019).

Ucok mengaku belum mengetahui sampai kapan akses jembatan tersebut ditutup.

Sebab, pihaknya masih menunggu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepri, mendatangkan tim teknis dari kementerian untuk melakukan penilaian apakah jembatan itu masih layak digunakan atau tidak.

“Kalau, misalnya, penilaian dari tim teknis nanti, jembatan ini layak dilewati, akan kami buka aksesnya,” ujarnya.

Polisi menutup akses jembatan II Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Karena terancam roboh akibat banyak tiang penyanggah yang sudah keropos. Foto: Antara

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Subandi, menyatakan kerusakan tiang penyanggah jembatan ini sudah berlangsung sekitar lima bulan lalu.

Namun, kata dia, persoalan itu baru mencuat di kalangan publik Tanjungpinang dua hari belakangan, setelah ada sejumlah masyarakat mengunggah kondisi tiang penyangga yang sudah keropos itu di laman media sosial facebook.

“Sebenarnya kami pernah menyampaikan masalah ini kepada Pemprov Kepri, tapi, sampai sekarang belum ada tindakan maupun perbaikan,” ucap Subandi.

Pantauan di lapangan, pintu keluar-masuk jembatan itu ditutup dengan menggunakan portal atau penghalang jalan milik Dinas Perhubungan (Dishub).

Beberapa personel kepolisian, Satpol PP dan Dishub juga tampak berjaga-jaga di jembatan tersebut.

Sejumlah kendaraan yang ingin melewati jembatan ini juga terlihat berbalik arah saat melihat kondisi jembatan yang sudah ditutup.

Sebagaimana diketahui, jembatan II Pulau Dompak merupakan akses lalu-lalang warga setempat menuju ke pusat Kota Tanjungpinang atau sebaliknya.(ant)