batampos.co.id – Pengelola Taman Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang belum mendapatkan petunjuk adanya penambahan lahan untuk mengakomodir makam-makam baru.
Padahal, TPU tersebut mengalami krisis lahan sejak 2015. Sekretaris Yayasan Khairul Ummah, Zailani, menyebutkan, khusus untuk area pemakaman muslim yang dikelola yayasan tersebut kini hanya memiliki lahan cadangan tidak lebih dari satu hektare.
Lahan tersebut merupakan rawa-rawa yang ditimbun 2017 lalu di bagian ujung TPU. Separuh lahan tambahan ini juga sudah terisi. Lahan yang tersisa diprediksi hanya bisa bertahan hingga akhir tahun ini.
”Setelah penuh, yang di bawah itu tak tahu lagi mau buat di mana, sistem sisip tak bisa lagi karena sudah sangat padat,” ujar Zailani, Selasa (6/8/2019).
TPU Seitemiang yang dikelola Yayasan Khairul Ummah kini sudah terisi 15 ribuan makam. Makam-makam ini ada yang diurus ahli waris, ada juga yang ditelantarkan.

Pengelola tak bisa mengambil tindakan apapun terhadap makam yang tak terawat sebab belum ada peraturan daerah seperti daerah lain yang mengatur sistem pemakaman baik itu penimpaan ataupun penggabungan makam untuk keluarga terdekat.
”Susahnya kita di sini belum ada perda yang mengatur itu. Lahan punya BP Batam, kami hanya pengelola, dan Pemko Batam sepertinya tidak terlibat dengan pemakaman ini,” kata Zailani.
Yayasan Khairul Umma sendiri, kata Zailani, sudah mengajukan penambahan lahan baru ke BP Batam sejak 2014, namun ditolak dengan alasan tak ada lahan.
Hingga saat ini, belum ada solusi apapun terkait krisis lahan pemakaman tersebut.
”Belum ada sama sekali, kami pun tak bisa berbuat banyak karena sebatas pengelola saja,” jelasnya.
“Kepemilikan lahan bukan wewenang kami,” tuturnya lagi.
Terkait rencana pengambilalihan pemakaman oleh Pemko Batam, ketua Yayasan Khairul Ummah, Khudrisyam, mengaku tak masalah asalkan ada solusi atas persoalan lahan tersebut.
”Siapapun pengelola, yang jadi persoalan saat ini adalah lahan. Pemko atau BP Batam tapi kalau lahan tak ada percuma juga,” jelasnya.
“Bingung kami sebagai pengelola ini. Satu hari minimal empat orang yang dimakamkan. Lahan tak bertambah. Sebentar lagi habis lahan itu,” katanya lagi.(eja)
