batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, PMI cabang Natuna sudah melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (Dinkes PPKB) untuk mengelola dana hibah.

Kerja sama tersebut, katanya, di antaranya penegasan tugas dan kewenangan PMI dalam mendukung program Dinkes  PPKB agar tidak tumpang tindih terkait pengelolaan dana hibah.

Loading...

Ngesti yang juga Ketua Pengurus Cabang PMI Kabupaten Natuna menjelaskan, PMI Natuna sudah menyiapkan berbagai program kerja. Di antaranya menugaskan satu orang di Unit Transfusi Darah (UTD) di RSUD untuk melakukan pencatatan pendonor darah.

”Petugas PMI ini juga berfungsi memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat, melakukan rekruitmen sukarelawan serta mengajak dan mengimbau masyarakat untuk melakukan donor darah untuk kebutuhan stok darah di RSUD khususnya,” ujarnya, Selasa (6/8).

Ngesti mengatakan, UTD saat ini sa-ngat penting untuk memasok stok darah mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di RSUD. Karena saat ini belum tersedia fasilitas yang memadai dalam proses donor darah.

”Kondisi fasilitas di UTD serba terbatas, waktu penyimpanan darah terbatas, hanya bisa untuk satu bulan,” ujarnya.

Mengatasi kekurangan fasilitas ini sambungnya, pentingnya sinergi pemerintah daerah, terutama dalam melakukan pembenahan dan pemenuhan berbagai fasilitas pendukung donor sekaligus penyimpanan darah.

Bahkan saat ini, sambungnya, Natuna belum memiliki tenaga ahli bidang transfusi darah. Namun, pemerintah daerah bersama Bagian Migas mengambil kebijakan mengirim calon tenaga pelayanan donor darah yang dibiayai Medco dan Premiere Oil melalui program CSR di Bakti Kemanusiaan di Jakarta, selama 3 tahun.

”Dengan mengirimkan SDM, diharapkan ke depan tersedia tenaga ahli yang mampu memberikan pelayanan donor darah kepada masyarakat secara lebih baik, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah bagi menjamin kesehatan masyarakat,” sebutnya. (arn)

Loading...