batampos.co.id – Jelang peresmian 20 September mendatang, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) terus menggesa persiapan Masjid Sultan Agung Riayaat Syah yang berlokasi di Tanjunguncang, Batuaji.
“Waktu peresmian sudah semakin dekat. Saat ini kami tinggal finalisasi saja,” kata Kepala DCKTR Batam, Suhar, Rabu (7/8).
Saat ini pihaknya masih fokus pada penyelesaian proyek jelang diresmikan. Beberapa keperluan peresmian sudah dibentuk seperti panitia dan pengurus masjid sementara.
“Sekarang itu dulu, ke depan akan dibentuk lagi sekelas UPT atau BLUD untuk mengurusi perawatan masjid ke depannya. Karena masjid dibangun dengan konsep wisata religi. Jadi harus ada manajemen untuk menjalankan aktivitas di masjid nantinya,” jelasnya.
Suhar mengungkapkan manajemen nanti akan mengurusi kebutuhan dan keperluan masjid dalam operasionalnya. Masjid nanti akan dikunjungi wisatawan. Untuk menikmati pemandangan di sekitar masjid pengunjung bisa naik ke menara setinggi 9 meter yang ada di lingkungan masjid.

“Sambil berjalan kami juga mulai membahas operasional menara seperti di Masjid Agung Semarang. Untuk menikmati keindahan masjd dari ketinggian pengunjung dikenakan biaya Rp 10 ribu. Nanti untuk Masjid Sultan apakah seperti apa sedang kami bahas,” terangnya.
Namun demikian sejauh ini belum ada putusan terkait retribusi yang akan ditarik dari objek menara tersebut. Menurutnya selama proses peresmian mungkin belum dikenakan biaya.
“Belum kami putuskan. Nantilah dibahas lagi terkait ini,” imbuhnya.
Meskipun pengerjaan sudah hampir rampung, pihaknya sudah mengajukan anggaran perawatan masjid di pembahasan anggaran belanja dan pendapatan perubahan (APBD-P) tahun ini.
“Kemarin sudah kami usulkan biaya perawatan dan kebersihan sementara masjid. Jumlahnya tidak terlalu banyak tahun depan rencananya akan diusulkan kembali,” lanjutnya. (yui)
