Seorang pria yang bekerja di sebuah supermarket di Inggris mengalami kesulitan untuk berpergian ke luar negeri karena tidak bisa membuat paspor. Ini terjadi karena kantor imigrasi di sana menolak untuk menerbitkan paspor atas nama lelaki itu karena dinilai memiliki nama belakang yang dinilai bisa menyinggung perasaan.

“Saya memang memutuskan untuk mengganti nama saya menjadi FU-Kennard beberapa tahun lalu,” kata Kenny Fu-Kennard, 33, pria asal Inggris seperti dilansir Mirror, Rabu (7/8).

Loading...

FU adalah singkatan dalam bahasa Inggris untuk kata yang mengandung makian atau ujaran tidak senang terhadap seseorang.

Kennard mengaku sengaja mengubah namanya itu sebagai lelucon. Dia pun tidak mengalami masalah saat mengurus surat izin mengemudi. Sehingga, dia mengaku kaget saat mengetahui kantor imigrasi tidak bisa menerbitkan paspor atas namanya.

“Saya ditolak dengan alasan nama saya bisa menimbulkan ketersinggungan atau dinilai vulgar,” kata dia.

Kennard mengaku telah mengajukan komplain soal ini namun pemerintah tetap tidak mengubah putusannya.

Petugas imigrasi mengatakan, dia bisa memprotes hal ini lebih jauh dengan menghubungi wakil rakyat dari daerahnya.

“Jadi, saya menulis surat ke MP Scott Mann dan dia menjawab petugas berwenang untuk menolak,” kata Kennard.

Dia mengaku terkejut urusan nama ini bisa menjadi seperti ini. Kennard mengaku merasa seperti tahanan di Inggris karena tidak bisa berpergian ke luar negeri.

Uniknya, ini bukan pertama kali Kennard mengubah namanya. Pada usia 16 tahun, dia pernah mengubah nama menjadi Coco Kenny. Namun, dia mengubah namanya lagi setelah bergabung di militer. Seusai bergabung di militer, dia kembali mengubah namanya lagi sekadar untuk bersenang-senang.

“Hidup terlalu singkat untuk menjadi orang membosankan. Saya menilai FU-Kennard adalah nama yang men­gan­dung lelucon. Namun, tidak se­mua orang memahami lelucon ini,” kata lelaki asal Cornwall, Inggris, ini. (*)

Loading...