batampos.co.id – Warga kembali mengeluhkan pemadaman listrik yang dilakukan PLN Batam, Rabu (7/8). Sebelumnya mereka berjanji pemadaman tidak akan terjadi lagi.
Rina, warga Perumahan Tiban BTN mengatakan pemadaman yang dilakukan PLN sangat merugikan masyarakat. Hal ini diperparah kondisi cuaca Batam yang saat ini cukup panas.
“Bayar mahal tapi mati terus,” keluh dia.

Menurutnya PLN harus bisa mengendalikan pemadaman bergilir ini. Akibat pemadaman ini banyak aktivitas warga yang terganggu. Persoalan pemadaman ini bukanlah yang pertama dilakukan PLN.
“Ini sudah berulang. Mereka janji tidak ada pemadaman lagi, namun diingkari,” keluhnya.
Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pasokan listrik kepada warga ia meminta PLN memperbaiki kinerja layanan mereka kepada masyarakat.
“Tidak saja ibu rumah tangga, namun kan banyak juga usaha yang mengandalkan listrik seperti laundry,” tambahnya.
Pemadaman tanpa informasi ini dinilai sangat merugikan masyarakat. Pelanggan tetap membayar namun pelayanan tidak seimbang.
“Malah mereka menaikan tarif ditengah pelayanan yang tidak maksimal ini,” lanjut Rina.
Sementara itu, pemadaman juga berdampak terhadap pelayanan masyarakat di kantor pemerintahan. Warga tidak bisa merekam pembuatan katru tanda penduduk elektronik (e-KTP) saat pemadaman listrik. (yui)
