batampos.co.id – Batam dan sekitarnya memasuki periode dengan curah hujan rendah. Dalam beberapa pekan terak-hir, hujan tak kunjung turun.
Dari hasil pengamatan Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Batam, penyebab minimnya curah hujan Batam lantaran kelembapan udara yang cukup rendah.
Sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan uap air di udara, membuat peluang pembentukan awan-awan hujan mengecil. Forecaster Stamet Hang Nadim Batam Deborah Truly mengatakan, kondisi seperti ini, masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
”Cuacanya cerah hingga berawan,” katanya saat ditemui di Kantor Stamet Hang Nadim, Kamis (8/8).
Ia mengatakan, dari penga-matan melalui satelit, hujan lokal terjadi di luar Pulau Batam. Terpantau hujan lokal dengan intensitas ringan turun di sekitaran Bulang dan Belakangpadang. Namun, hujan yang turun, tidak dalam jangka waktu lama.
Kapan hujan mulai turun? Deborah mengaku masih belum bisa memperkirakan.

Pengamatannya di satelit, tiga hari ke depan diperkirakan hujan masih belum turun di Batam. Karena itu, berharap masyarakat dapat menghemat pengunaan air. Karena pasokan air di Batam bergantung de-ngan curah hujan. ”Curah hujan kecil, sebaiknya bijak menggunakan air,” ungkapnya
Sementara itu, untuk suhu udara di Batam, kata Deborah, titik terendahnya 25 derajat Celcius dan tertinggi 33 derajat Celcius. Potensi hujan kurang, ditambah suhu udara cukup terik. Membuat potensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan di Batam meningkat.
Deborah mengatakan, hanya dengan sedikit api dapat memicu kebakaran di wilayah Batam.
”Kami berharap masyarakat tidak membakar sampah, atau membuang puntung rokok sembarang. Karena dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya. (ska/yui)
