Jumat, 10 April 2026

Tetap Eksis dan Berkontribusi

Berita Terkait

SETIAP 10 Agustus, bertambah bilangan usia Batam Pos. Hari ini, 10 Agustus 2019, menjejak tahun ke-21. Dua dasawarsa! Tak terasa, tapi berliku suka-duka.

Kami yang hari ini menerajui harian terbesar di Kepri ini memang bukan generasi pertama. Namun secara umum, pernah dan masih merasakan betapa era itu datang dan pergi.

Terus berganti. Masa-masa kejayaan media cetak, memang tak sedigdaya dulu lagi, namun kami masih eksis hingga hari ini. Kami masih menjadi sumber referensi nomor satu di Kepri. Kami yakin itu, karena kami yang bertungkus-lumus di dapur pengambil kebijakan, dapat merasakannya. Lembaga-lembaga survei masih menempatkan kami di posisi teratas setiap kali melakukan survei. Terakhir, Januari 2019 yang lalu, sebelum Pilpres, sebuah lembaga survei menyisipkan pertanyaan seputar media apa yang paling berpengaruh di Kepri, ya kami! Batam Pos.

Yang terus membuat kami eksis di tengah persaingan global ini, di antara perang multiplatform akibat digitalisasi, serta pelemahan ekonomi empat tahun terakhir ini, adalah bahwa kami menjaga integ-ritas. Kami menjaga kepercayaan publik. Kami juga men­jaga akurasi liputan, tidak ge­gabah, tidak main hakim sendiri, dan kami tampil lebih soft, meskipun kadang bisa garang bagai macan!

Sebagai sebuah media mainstream di Kepri, Batam Pos hadir dan tetap taat kepada setiap aturan yang memayunginya. UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, menjadi pedoman kami. UU Perseroan Terbatas, menjadi pijakan kami. Ketentuan Periklanan dan garisan Dewan Pers, menjadi landasan kami. Sebab itulah, Batam Pos tidak pernah tertarik menjadi media sensasi yang hanya menjual judul, gosip, dan narasi basi untuk sekadar menarik simpati. Batam Pos adalah media berisi, percaya akurasi, karenanya tetap menjadi referensi.

Pelemahan ekonomi empat tahun terakhir di Batam dan Kepri, harus kami akui menjadi kendala tersendiri untuk tetap eksis menjadi sebuah entitas bisnis yang menguntungkan.

Persaingan di tengah era digitalisasi, adalah tantangan tersendiri. Ekonomi Kepri yang terus turun sejak 2015, bahkan pernah terjun bebas menjadi 2,02 persen per tahun dua tahun lalu, ikut memukul bisnis kami. Recovery menjadi tak semudah direncanakan. Planning untuk menaikkan omzet dari pendapatan iklan, penjualan koran, dan pendapatan lain-lain, menjadi tidak mudah. Ekstentifikasi juga sudah. Melahirkan multiplatform media, adalah pilihan yang sudah berjalan. Kami masih berproses dan segera kembali berjaya!

Batam ini unik. Dia menyumbang hampir 70 persen pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri. Kalau Batam bangkit, Kepri akan ikut bangkit. Sebaliknya, jika perekonomian Batam terpuruk, Kepri secara agregat akan turut memburuk. Begitulah. Empat tahun terakhir adalah masa-masa terberat perekonomian Batam. Pengaruh global, seperti menurunnya order pembuatan kapal, berkurangnya pesanan produk manufaktur, tutupnya banyak perusahaan, serta gonjang-ganjing persoalan lahan dan perizinan di Batam, telah memperburuk keadaan. Ditambah regulasi pemerintah pusat dan daerah yang masih sering berganti dan lamban mengantisipasi keadaan, telah memberi dampak tambahan melemahnya daya saing Batam. Dampak turunannya, pendapatan Batam menurun, target PAD meleset, penerimaan pajak dan retribusi jauh dari proyeksi.

Itu semua ikut memukul industri media. Pemain properti menahan belanjanya, termasuk belanja promosi dan iklan. Pameran-pameran perumahan yang biasanya digelar hampir setiap triwulan, kini boleh dihitung jari.

Mengapa? Sepi calon pembeli. Pameran otomotif juga ikut terpukul. Tiga tahun terakhir, penurunan sale oto­motif rata-rata 20 persen per tahun. Juga penjualan elektronik, menurun terus. Akibatnya, semua prinsipal dan biro iklan merestrukturisasi budget-nya. Media kena dampak. Termasuk kami. Padahal, sebelumnya, tiga besar pemasang iklan kami adalah properti, elektonik, dan otomotif, di samping consumers goods, perbankan, dan loker. Ke depan, kami sangat berharap dan kami tetap optimistis bahwa perekonomian nasional akan terus membaik. Juga Batam, Kepri. Kuncinya ada di pemerintahan.

Mereka pemegang regulasi. Batam ini mudah dinaikkan, mudah juga dijejalkan ke tanah. Sektor swasta lebih mendominasi pertumbuhan ekonomi. Maka pemerintah jangan ganggu dengan berbagai regulasi yang kontraproduktif. Bertindaklah cepat.

Putuskan semua hal yang menghambat. Mau FTZ atau KEK, kami tak begitu peduli. Mau kepala BP dirangkap walikota atau bukan, bukan urusan kami. Kami hanya butuh kepastian dan regulasi proinvestasi, sehingga Batam dapat bersaing lagi. Bangkit lagi. Memang, pertumbuhan eko­nomi terakhir sudah di atas 5 persen untuk Batam. Sudah lumayan, meskipun Batam pernah mencapai pertumbuhan dua digit di era sebelum tahun 2000-an. It’s not bad. Daripada terpuruk lagi ke 2,02 persen, ya kan? Hehe…

Akhirnya, terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas perjalanan kami, Batam Pos, selama dua dekade ini. Percayalah, ini bu­kan pernyataan basa-basi. Tanpa Anda semua, para pelanggan, pemasang iklan, pemerintah, swasta, agen, loper, pembaca, dan seluruh karyawan beserta keluarganya, kami tak kan pernah sebesar ini. Kita masih ingin bersama, bukan?

Mari terus pelihara semangat dan kebersamaan. Bahwa misi kami bukan hanya mengejar laba, sudah lama kami sematkan. Kami adalah perusahan media yang telah lama berkontribusi untuk kemajuan daerah. Doakan kami. Jayalah Batam, jayalah Kepri! (*)

Update