batampos.co.id – Keputusan pemerintah yang terlalu lama me­nunda penetapan kebijakan ex-officio (walikota merangkap kepala BP Batam, red) dianggap pengusaha berpotensi menghambat kepastian berusaha di Kota Batam.

Sebab, Badan Pengusahaan (BP) Batam tidak bisa mengeluarkan kebijakan strategis dan inovasi penting lainnya karena menunggu realisasi ex-officio.

Loading...

”Pemerintah pusat terlalu lama menggantung Batam. Ternyata sudah lewat dari jadwal yang ditentukan April kemarin. Jika menunggu kabinet baru terbentuk, sudah hampir setahun,” kata pengusaha properti yang juga ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan, Sabtu (10/8).

Penundaan terlalu lama akan membuat BP Batam tidak bisa mengambil langkah strategis dalam menerapkan investasi. Achyar khawatir, dampaknya akan berpengaruh kepada perkembangan industri. Jika industri melemah, maka pasar properti juga akan ikut-ikutan melemah.

Pengembang perumahan menggesa pembangunan perumahan di Seiharapan, Sekupang, beberapa waktu lalu. Sektor properti kembali menjadi senjata andalan pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Mereka (BP Batam, red) jika membuat inovasi baru, bisa dianggap salah. Ini menjadi sangat ironis karena Batam dihambat pemerintahnya sendiri.Sekarang belum ada indikasi atau ancar-ancar untuk menye­l­esaikannya,” katanya lagi.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid mengatakan, kemungkinan masih ada beberapa pembahasan hukum terkait aturan hukum yang memayungi penetapan ex-ofiicio tersebut.

”Kemungkinannya juga bisa saja menunggu perangkat pemerintahan yang baru dan anggota legislatif yang baru. Pemerinhtah pusat saat ini disibukkan dengan kegiatan lain pasca pemilu,” jelasnya.

Rafki juga mengungkapkan jika skala kepentingan ex-officio yang levelnya kedaerahan. Tentunya masih belum dianggap skala prioritas di banding persoalan level nasional.

”Masih dianggap belum terlalu mendesak. Toh dengan adanya pimpinan BP sekarang, roda kepemimpinan masih bisa berjalan,” tegasnya. (leo)

Loading...