batampos.co.id – Presiden Joko Widodo mengatakan,akan memperkuat kerja sama lintas sektor dengan Singapura. Selama ini, Singapura menjadi investor terbesar Indonesia.

”Untuk maju, Indonesia harus terus bekerja sama dengan Singapura. Khususnya di daerah Batam, Bintan, dan Karimun. Kita banyak kerja sama dengan Singapura di sana. Baik sektor digital, ekonomi, pariwisata, dan sektor Indonesia. Kita harus memperkuat kerja sama lintas sektor,” ujar Presiden Jokowi dalam sebuah wawancara eksklusif, Selasa (6/8) lalu seperti dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (10/8) kemarin.

Indonesia saat ini, memiliki rencana membangun jembatan laut terpanjang, yang menghubungkan Pulau Batam dan Bintan yang terletak di dekat Singapura. Jembatan akan membentang tujuh kilometer dengan konstruksi diharapkan dimulai pada 2020.

Setelah selesai, memiliki jembatan laut dapat memudahkan perjalanan dan meningkatkan bisnis antara kedua negara.
Jokowi, dalam wawancara itu juga menyebutkan ingin bekerja sama dengan Singapura dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Itu menjadi salah satu kunci dalam pemerintahan RI lima tahun ke depan.

Pada 2016 lalu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Jokowi secara resmi membuka Kendal Industrial Park di Semarang, Jawa Tengah. Berdiri di atas lahan seluas 2.700 hektare, yang juga dikenal sebagai Park by the Bay, adalah pengembangan bersama antara Sembcorp Development Singapura dan pengembang kawasan industri Indonesia PT Jababeka.

Lahan itu kini menampung Politeknik Industri Mebel dan Pengolahan Kayu untuk memenuhi kebutuhan pekerja industri dan membuat indus-tri mebel lebih kompetitif.

Memperdalam hubungan dengan Singapura datang di tengah harapan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui enam persen pada akhir masa jabatan keduanya pada 2024 mendatang.
Dia mengatakan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang baik dibandingkan dengan negara lain, dengan mempertimbangkan ekonomi global yang lesu yang tidak mendukung.

“Yang paling penting adalah kepercayaan pasar, kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin baik, oleh karena itu kami berharap bahwa dalam periode kedua ini, ekonomi kami akan tumbuh lebih baik, lebih tinggi, dan berdampak pada kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya.

Ekonomi Indonesia tumbuh sekitar lima persen dalam beberapa tahun terakhir, kurang dari tujuh persen yang ditargetkan sebelum masa jabatan pertamanya. (*)