batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bersepakat memerangi langkah diskriminasi Uni Eropa terkait kebijakan minyak sawit. Hal ini diungkapkan saat pertemuan bilateral di Putrajaya, Jumat (9/8) lalu.

”Kedua pemimpin memiliki komitmen kuat melanjutkan perjuangan melawan diskriminasi minyak kelapa sawit,” ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi seperti dikutip dari kantor berita Antara, kemarin.

Loading...

Indonesia dan Malaysia tetap memiliki komitmen tinggi terhadap pengelolaan dan pemrosesan minyak sawit berkelanjutan.

”Indonesia memiliki sertifikasi minyak sawit dan data ilmiah untuk perbandingan,” ujarnya.

Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa telah sepakat membentuk kelompok kerja minyak kelapa sawit.

”Pendekatan kami terbuka. Tak boleh diskriminasi. Kita akan berjuang,” katanya.

Ekspor minyak sawit Indonesia, termasuk CPO dan turunannya, oleokimia, dan biodiesel pada April, telah turun 18 persen mencapai 2,44 juta ton dibandingkan dengan total ekspor 2,96 juta ton pada Maret.

”Mei, ekspor telah mencatat kenaikan tetapi belum melampaui harapan,” Direktur Eksekutif Gapki, Mukti Sardjono. (*)

Loading...