batampos.co.id – Lapak para pedagang di halte Tembesi, Kota Batam akan segera ditertibkan oleh Dinas Perhubungan.

Hal itu dikarenakan sangat menganggu aktivitas naik dan turunnya penumpang di halte tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendi, mengatakan, dirinya sudah banyak mendapatkan laporan keluhan pengguna jasa Bus Trans Batam di Halte Tembesi tersebut.

Menurut aturan halte bus Trans Batam tidak bisa dijadikan tempat jualan apalagi dialih fungsikan.

“Jelas berdagang di halte itu dilarang, sebab menyangkut kenyamanan,” ujarnya saat dikonfimasi Batam Pos, Senin (12/8/2019).

“Hari ini anggota sudah turun meninjau lokasi tersebut,” kata Rustam lagi.

Lapak pedagang yang berada di halte Tembesi Kota Batam ini sangat menganggu aktivitas naik tutunnya penumpang dari bus Trans Batam. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Kata dia, untuk pengawasan dan penertiban kedepan langkah yang dilalukan adalah berkoordinasi dengan camat Sagulung dan Lurah Tembesi terkait penertiban.

“Kita akan ajukan surat peringatan ke pedagang, untuk lebih lanjut kita koordinasi dengan kecamatan untuk pendekatan secara persuasif,”jelasnya.

Halte bus trans Batam, yang juga berada di Tembesi, merupakan jalur menuju pariwisata.

“Dari aspek sarana transportasi terus kita perbaiki. Dan terus didukung dengan fasilitas halte yang ada ,” kata Rustam.

Dia juga menjelaskan, wisatawan manca negara yang datang ke Batam dan hendak ke jembatan Barelang wajib melintas dari Tembesi.

“Jadi kalau ada halte yang kumuh dan terkesan tidak layak, bagamana nanti kesannya bagi para wisatawan,” pungkasnya.

Kasi Trantib Sagulung, Jamil, mengatakan sejauh ini untuk tebusan surat peringatan belum ada, namun pihaknya segera berkoordinasi dengan lurah dan juga pedagang sekitar.

“Iya laporan belum saya terima, tapi kami coba koordinasi lagi dengan pendekatan secara persuasif, sebab disitu lapak dipergunakan memang sudah melanggar aturan”singkatnya.(cr1)