batampos.co.id – Potensi pendapatan parkir yang tak tergarap maksimal dan masih banyaknya titik parkir yang dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi menjadi sorotan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

Terkait pengawasan titik dan peningkatan potensi parkir tepi jalan, Rudi mengaku telah menyentil Kepala Dishub Batam Rustam Efendi saat rapat upaya peningkatan pendapatan daerah, Kamis (8/8/2019) lalu.

Loading...

”Saya sampaikan ke Rustam, tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) jalankan lah, masak wali kota juga yang mengawasi itu, lucu juga,” ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya kerap meminta Dishub Batam untuk kreatif dan terus berupaya menggenjot pendapatan.

Salah satunya, meningkatkan pengawasan sehingga potensi pendapatan semakin banyak.

Juru parkir meminta uang retribusi parkir dari pengendara mobil di Batam Center, Senin (12/8/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Saya asyik mengomel saja, bosan juga ya. Maka saya marahi juga,” kata Rudi.

Ia menilai, pengangkatan pejabat tertentu diharapkan dapat membantu tugas wali kota dalam membangun Batam.

Termasuk, pengangkatan Sekretaris Daerah, Asisten di Setdako Batam hingga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara pembiayaan pembangunan Batam, salah satunya berasal dari pendapatan daerah.

”Termasuk angkat Kadishub untuk bantu saya, dan wewenang saya berikan,” paparnya.

“Itulah pelimpahan wewenang. Makanya tugas harus dia laksanakan, termasuk (mengurusi) parkir,” kata dia lagi.

Rudi berkomitmen akan terus memperbaiki atau membangun komunikasi agar segala sektor pendapatan meningkat.

”Inilah yang saya bangun terus, mudah-mudahan betul-betul 100 persen berjalan. Sehingga tujuan tercapai,” imbuh mantan anggota DPRD Batam ini.

Ia mengatakan, hal yang bisa dilakukan oleh Pemko Batam adalah menekan potensi kehilangan pendapatan.

Berbagai cara kini dilakukan, namun terkait parkir elektronik (e-Parking) yang hingga kini belum berjalan.

“Belum (dijalankan), butuh waktu, tak semudah itu. Kalau macet (listrik black out) akan jadi masalah,” argumen Rudi.

Sementara upaya lain untuk meningkatkan pendapatan adalah memasang alat pencatat transaksi (tapping box) yang bekerja sama dengan Bank Riau Kepri (BRK).

Ketika ditanya masih banyak usaha yang belum terpasang tapping box, Rudi mengaku akan berkomunikasi dengan BRK.

”Kerja sama dengan dengan BRK, maunya kami ditambah (tapping box),” pungkas Rudi. (iza)

Loading...