batampos.co.id – Masyarakat di wilayah Batuaji dan Sagulung sangat mendambakan terbuka hijau (RTH). Terlebih saat ini cuaca Kota Batam sangat panas.

Warga perumahan Puskopkar Batuaji, Asniati, mengatakan, satu-satunya RTH di kawasan Batuaji hanya di Taman Makam Pahlawan Bulang Gebang. Namun kondisinya jauh dari harapan.

“Di sini sebenarnya banyak lahan penghijauan tapi tak dikelola, malahan dijadikan tempat usaham,” ujarnya, Selasa (13/82019).

Padahal lanjutnya, masyarakat memerlukan tempat untuk bersantai. Senada juga disampaikan Agus, warga Tanjunguncang.

Anak-anak bermain di taman terbuka hijau depan Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, beberapa waktu lalu. Taman terbuka hijau sangat terbatas di Batuaji, warga berharap taman terbuka hijau ditambah untuk masyarakat. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia mengaku prihatin dengan kebijakan pemerintah yang lebih mementingkan kelompok tertentu dalam pemanfaatan lahan penghijauan.

Dia berharap agar fungsi lahan penghijauan segera dikembalikan agar bisa dinikmati masyarakat umum.

“Kios liar dan kafe semua isi lahan penghijauan ini, kepentingan umum diabaikan demi kepentingan sekelompok orang,” paparnya.

Pihak Kecamatan Batuaji sebelumnya mengaku telah mewacanakan pembangunan dua RTH di wilayah Batuaji.

Namun wacana itu belum terwujud sampai saat ini. Bahkan rencana penataan pasar seken aviari sebagai ikon pariwisata di Batam juga belum ada kepastian.(eja)