batampos.co.id – Sejak Januari 2019 lalu, Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Dana Bergulir Kota Batam baru menyalurkan Rp 2,1 Miliar untuk 29 pelaku usaha mikro. Padahal, target penyaluran tahun ini Rp 10,5 Miliar.

”Jadi sudah ada 29 usaha mikro yang kita bantu permodalannya, mudah-mudahan berkembang dan tentunya pengembaliannya tidak bermasalah,” kata Kepala BLUD Dana Bergulir Kota Batam, Zul Ichsan, Selasa (13/8/2019).

Loading...

Zul mengatakan besaran pinjaman dari setiap pelaku usaha mikro tersebut bervariasi. Tergantung bentuk dan besar usaha yang sedang dijalankan.

”Jadi, tidak rata semua. Tetapi rata-rata di angka Rp 50 juta, Rp 75 juta, dan ada juga yang Rp 100 juta,” tambahnya.

Deretan lapak pedagang UMKM yang berjualan di depan kawasan sign board Welcome to Batam di Batam Centre, beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Sebelum disetujui, tim dari BLUD terlebih dulu melakukan verifikasi. Dilakukan pendataan ke tempat atau alamat masing-masing calon nasabah.

Harus dipastikan calon nasabah adalah warga yang punya usaha yang diperkirakan bisa membayar angsuran dana bergulir tersebut.

”Memang diperketat pemberiannya, harapannya tidak akan ada lagi masalah pengembalian dana bergulir seperti beberapa tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba mengatakan, petugas dari BLUD harus terus memantau perkembangan nasabahnya.

Pengawasan ketat harus dilakukan untuk menghindari kemacetan pengembalian pinjaman tersebut.

”Pengawasan untuk penerima ini harus ketat, harus ada tim yang terus melakukan survei terhadap usaha dari si peminjam,” jelasnya.

“Bahkan setelah pinjaman sudah cair harus tetap diawasi,” katanya lagi.

Rindo juga berharap data-data penerima dana bergulir ini bisa dipublikasi.

”Data-datanya harus jelas, usahanya apa dan alamatnya di mana,” paparnya.(ian)

Loading...