batampos.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memanen ikan bawal bintang di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) di jembatan III Barelang, Rabu (14/8/2019) pagi.

Sebelum memanen ikan bawal bintang, Dirjend Perikanan dan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto , bersama anggota IV BPK, Rizal Djalil, menaburkan benih ikan nemo ke laut tidak jauh dari keramba.

Loading...

“Kita melakukan kunjungan kerja khusus, bukan hanya melakukan pemeriksaan tapi juga mendorong agar program KKP ini ada keseimbangan antara Pulau Jawa dan Sumatera, bagian selatan dan bagian tengah,” kata Anggota IV BPK RI, Rizal Djalil.

Kata dia, peran KKP sangat penting untuk mensejahterakan masyarakat melalui penyediaan bibit yang unggul, produksi meningkat.

Dirjend Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan, Provinsi Kepri khususnya di Barelang, Kota Batam sangat baik untuk Balai budidaya perikanan.

Dirjend Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, memanen ikan bawal bintang di Barelang, Kota Batam. Pada kesempatan itu Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melepasliarkan seribu benih ikan hias Nemo. Foto: Azis Maulana/batampso.co.id

Kepri kata dia, merupakan wilayah perairan yang mencapai 99 persen. “Jadi, Provinsi Kepri ini sudah sangat cocok dan berpotensi untuk Balai budidaya perikanannya,” jelasnya.

“Kedepanya ini akan dikembangkan lagi,” ujarnya lagi.

Menurutnya, selain tanggungjawab untuk menggenjot produksi guna ketahanan pangan, KKP juga berkewajiban menjaga keanekaragaman stok jenis ikan asli yang terancam kelestariannya.

“Tadi, kita telah sama-sama lakukan kegiatan pelepasliaran benih ikan hias nemo sebanyak 1.000 ekor yang merupakan hasil produksi dari BPBL Batam,”terangnya

Dalam acara kali ini KKP juga membagikan 1.000 ikan nemo kepada anak-anak untuk membangkitkan kecintaan mereka pada sektor budidaya ikan.

Dalam kegiatan tersebut ikan bawal bintang yang dipanen seberat 400 kilogram. Ikan bawal bintang dipanen setelah dikembangbiakan selama 8 bulan dengan menggunakan keramba jaring apung yang berada dilingkungan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL).

Di sana lokasi tersebut terlihat banyak keramba yang diisi tiga jenis ikan seperti Bawal Bintang dan Kerapu Kakap putih.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong berbagai program kebijakan yang diarahkan dalam rangka mengoptimalkan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan melalui 3 strategi utama.

Yakni bagaimana mewujudkan pilar kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.(cr1)

 

Loading...