batampos.co.id – Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang menangkap empat orang anggota jaringan narkoba lintas negara yakni Malaysia-Jakarta, Indonesia, yang dikendalikan dari dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Selasa (6/8/2019) lalu.

Dari penangkapan ini, diamankan barang bukti 38,66 kilogram (kg) sabu-sabu.
Empat orang pelaku yang berhasil diamankan, yakni LOF, 26, JA, 36, PES, 43, dan TI, 36.

Loading...

Tiga pelaku merupakan residivis atas kasus narkoba, sementara PES merupakan tahanan Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang dan pengendali pengiriman sabu ke Jakarta.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, mengatakan, pengungkapan jaringan narkoba Malaysia-Jakarta itu bermula dari adanya informasi bahwa akan ada transaksi narkoba yang dilakukan di perbatasan dan kemudian dilakukan penyelidikan.

“Diawali dari hasil penyelidikan kurang lebih dua bulan lamanya, sudah kita ikuti jaringan ini,” ujarnya.

“Tepatnya hari Selasa 6 Agustus di perairan Pulau Kasam Telagapunggur, kita memastikan bahwa telah ada tersangka membawa sabu dengan speedboat,” ujarnya, kemarin.

Dari kepastian itu, Satres Narkoba Polresta Barelang mengamankan satu orang tersangka, TI.

Dari TI polisi mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam dua buah tas sebanyak 37 bungkus yang dikemas dengan plastik bening.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki (dua kanan) bersama Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Yani (kiri), Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga (dua kiri), Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdulrahman memperlihatkan barang bukti narkoba jenis sabu yang diamankan dari 4 tersangka di Mapolresta Barelang, Selasa (13/8/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Dari hasil penimbangan, jumlah keseluruhan barang bukti yang diamankan sebanyak 38,66 kilogram.

“Dari penangkapan tersangka pertama yang kita amankan, kita berhasil mengamankan tiga orang tersangka lagi, yang kita dapatkan di Tanjungpinang,” katanya.

“Salah satu tersangka, tidak kita lakukan penangkapan karena dari hasil pengembangan karena yang bersangkutan adalah warga binaan,” jelasnya.

Dijelaskan Hengki, warga binaan Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang, PES yang diamankan oleh Satres Narkoba Polresta Barelang itu merupakan orang yang mengendalikan pengiriman sabu itu hingga lolos ke Jakarta dengan menggunakan jalur perairan.

“Dia ini merupakan tangkapan dari Polresta Barelang atas kasus penyelundupan ekstasi sebanyak 20 ribu butir dengan hukuman 14 tahun penjara,” jelasnya.

“Saat ini dia baru jalan masa hukuman selama 5 tahun,” tuturnya lagi.

Sementara untuk pemilik puluhan kg sabu itu, Hengki menegaskan bahwa jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang masih melakukan pendalaman terhadap empat orang tersangka lainnya.

Ia menduga, sindikat ini sudah sering mengirim narkoba ke beberapa daerah.

“Tiada hari tanpa pengembangan, kita perang, akan kita basmi sekeras-kerasnya,” jelasnya.

“Terhadap sindikat lain, kita akan fight dan akan lakukan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku terhadap peredaran gelap narkoba dan psikotropika di Kota Batam,” tegasnya.

Dari penangkapan ini, selain mengamankan 38,66 kilogram sabu, Satres Narkoba Polresta Barelang mengamankan barang bukti lainnya.

Yaitu empat unit ponsel milik tersangka, dua unit mobil jenis Toyota Avanza, dan Ertiga milik tersangka serta beberapa barang bukti lainnya.

Ia menambahkan, kedua tersangka itu dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau hukuman seumur hidup atau mati.(gie)

Loading...