batampos.co.id – Kepala Kantor Kemenkuham RI Wilayah Kepri, Zaerozi, angkat bicara terkait keterlibatan seorang narapidana yang mengendalikan narkotika dari dalam Lapas Narkoba Tanjungpinang.

Saat dijumpai di Lapas kelas II A Batam, Zaerozi, mengaku akan segera mengevaluasi Lapas Narkoba Tanjungpinang. ”

Tentu akan kita evaluasi, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian, bagaimana dia berkomunikasi, berkumpul ataupun mengendalikan barang haram itu,” ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Kejadian ini sebutnya, akan menjadi pertimbangan serius pihaknya kedepan baik terhadap Lapas narkoba Tanjungpinang ataupun Lapas lainnya di Provinsi Kepri.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki (dua kanan) bersama Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Yani (kiri), Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga (dua kiri), Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdulrahman saat ekspos kasus narkoba di Mapolresta Barelang, Selasa (13/8/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Tidak saja narkoba, barang terlarang lainnya sudah jadi antensi kami untuk mengawasinya,” ujarnya.

“Tapi itu tadi untuk menuntaskan dan memutuskan mata rantai ini bukan pekerja yang mudah, banyak cara dan modus,” ujarnya.

Kata dia, untuk memutuskan mata rantai peredaran narkoba di dalam Lapas, perlu adanya dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat.

ia mengimbau apabila mengetahui atau melihat adanya aktivitas yang melanggar hukum terutama peredaran narkoba segera melaporkan ke instansi penegak hukum.

“Masyarakat di sekitar sini (Lapas Batam) misalkan, kalau lihat orang yang mencurigan di sekitar Lapas jangan takut untuk melapor ke petugas di sini. Ini musuh kita bersama. Kita semua harua melawannya,” imbau Zaerozi.(eja)