batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Batam dan dinas lainnya terus menggesa penerbitan sertifikat layak sehat kepada kurang lebih dua ribu pelaku usaha yang bergerak di bidang makanan atau kuliner.

“Sekarang baru ada dua ratus lebih yang baru selesai dicek dan dinyatakan layak dan memenuhi standar laik sehat dan aman,” kata Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Selasa (13/8/2019).

Loading...

Menurutnya, ini merupakan pekerjaan berat yang harus dituntaskan tahun ini. Kata dia ada dua ribu usaha makanan belum mendapatkan sertifikat laik sehat.

Untuk pihaknya bersama dinas terkait terus berupaya memaksimalkan pengecekan restoran ini.

Pengunjung salah satu hotel di Kota Batam menikmati aneka makanan yang disajikan pihak hotel beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

“Kami tetap targetkan setiap tahun ada restoran yang dinyatakan aman buat konsumen,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada pelaku usaha makanan di Kota Batam memperhatikan aspek yang menjadi pendukung, agar makanan aman untuk dikonsumsi.

“Usaha kuliner ini selalu diminati, baik itu lokal maupun luar,” jelasnya.

“Jadi pengusaha makanan harus menjamin keamanan makanan agar konsumen merasa terjamin,” ujarnya lagi.

Beberapa aspek yang menjadi penilaian itu diantaranya proses mengolah makanan, kebersihan dapur dan juru masak. Serta memiliki izin dari dinas terkait.

“Kalau ini semua sudah dijalankan pengusaha, pemerintah akan sangat terbantu,” katanya.

“Jadi tanpa harus dicek pengusaha sudah memulai menjaga keamanan makanan bagi konsumen mereka,” imbuhnya.(yui)

Loading...