batampos.co.id – Kondisi perekonomian Batam yang masih lesu berdampak kepada turunnya penjualan telepon seluler (ponsel) di pusat-pusat perbelanjaan elektronik dan mal. Seperti terlihat di Lucky Plaza, Nagoya, beberapa toko terlihat tutup, Rabu (14/8).

Meski pengunjung terlihat cukup ramai, beberapa kar­yawan yang membuka toko mengatakan penjualan ponsel mengalami penurunan.

Loading...

”Biasanya sehari bisa terjual 5-8 ponsel, sekarang ini hanya bisa jual dua ponsel, bahkan kadang tidak ada penjualan satupun,” kata salah satu karyawan toko ponsel di Lucky Plaza, Jacky.

Ia berpendapat, kondisi ini diperparah dengan naiknya harga komoditas sembako dan tarif kebutuhan pokok lainnya, seperti bahan bakar minyak (BBM) juga listrik.

”Zaman semakin susah. Sepi pembeli dan biaya sewa otomatis akan naik juga,” keluhnya lagi.

Menurutnya, ada belasan toko yang tutup hingga yang buka setengah hati (kadang buka, kadang tidak).

foto: batampos.co.id / yusuf hidayat

”Ada juga beberapa teman yang buka mulai siang saja, karena bisa mengurangi jam kerja karyawannya. Kalau kar­yawan masuk siang sampai malam, gaji kan dibayar tidak full,” beber Jacky.

Kondisi serupa juga dikeluh-kan pedagang ponsel di Nagoya Hill Mall, Adit. Ia menyebutkan turunnya omzet penjualan mencapai hingga 60 persen.

”Kalau biasa per bulan bisa di atas Rp 20 juta, sekarang Rp 10 juta pun susah sampai. Itupun tidak semua dari penjualan ponsel, tertolong karena ada penjualan aksesori ponsel juga,” ucapnya.

Meski ada beragam produk yang ditawarkan produsen ponsel saat ini, tidak dapat mendongkrak penjualan ponsel di agen toko.

”Sepi bukan tidak ada pilihan ponsel, tapi memang pembeli yang menurun. Pastinya karena kondisi perekonomian yang memang tidak meningkat,” terang Adit berpendapat.
Ia mengaku, harus pintar-pintar mengatur keuangan dengan menabung karena tidak tertutup kemungkinan jika sewaktu-waktu pemilik menutup tokonya.

”Pemilik toko juga mengeluh penjualan yang terus menurun. Bahkan sudah ada pengurangan kar­yawan. Kalau saya diberhentikan ya pulang kampung. Tak sanggup nganggur di Batam,” ujarnya. (nji)

Loading...