Jumat, 6 Februari 2026

Sinyal Menggurita di Punggung Utara Indonesia

Berita Terkait

batampos.co.id – Susah sinyal. Dua kata itu, hampir tidak pernah lagi terlontar dari mulut masyarakat yang berada di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu dikarenakan proyek Palapa Ring Barat yang selesai pada 2018 lalu, sudah sangat maksimal dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna, Raja Darmika, mengatakan, dengan adanya Palapa Ring Barat, aktivitas masyarakat Natuna menjadi beragam.

Masyarakat kata dia, saat ini menjadi lebih melek teknologi. Jika dahulunya telepon pintar yang dimiliki masyarakat hanya digunakan untuk berfoto dan saling memberi kabar.

Namun kini, telepon pintar tersebut telah memberikan “jendela” pengetahuan baru bagi masyarakat Natuna.

“Sekarang jaringa internet sangat cepat sekali dan ini sangat membantu kami (pemerintah), masyarakat serta pelajar,” jelasnya kepada batampos.co.id, Senin (12/8/2019) kemarin.

Kata dia, pada 2019 ini, Kabupaten Natuna akan kembali mendapatkan bantuan akses internet lagi dari program BAKTI Kominfo. Jumlahnya mencapai 81 titik.

“Lokasinya itu ada di sekolah, kantor desa dan Puskesmas,” paparnya.

Raja merinci, 81 titik tersebut tersebar di kantor desa 39 titik, Sekolah Dasar 8 titik, SLTP 18 titik, SLTA 12 titik, Puskesmas 3 titik dan pos TNI satu titik.

“Tahun depan (2020) kami juga akan mengajukan hal yang sama dalam Program BAKTI Kominfo. Sehingga nantinya seluruh desa dan tempat pendidikan mendapatkan akses internet gratis,” paparnya.

Pemasangan internet gratis di halaman SMA Negeri 1 Midai, Kabupaten Natuna. Foto: Diskominfo Pemkab Natuna untuk batampos.co.id

Palapa Ring Barat selesai dibangun oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi yang bekerjasama dengan PT Palapa Ring Barat pada 2018 lalu.

Palapa Ring Barat didukung dengan jaringan kabel serat optik sepanjang 1.980 kilometer yang menghubungkan dua provinsi yaitu Riau dan Kepulauan Riau.

Dengan banyaknya akses internet yang dapat dinikmati masyarakat, pertanda jika wilayah tersebut sudah merdeka dari sinyal.

Bahkan sinyal di daerah yang berada punggung utara Indonesia itu sudah menggurita.

Cherman, masyarakat Ranai, Natuna, mengamini hal itu.

Pria yang hobi fotografi dan videografi itu kini dengan mudahnya menggunggah hasil karya ke media sosial.

“Saya dan teman-teman membuat media sosial dengan nama Jelalah Rantau Bertuah dan media sosial ini kami gunakan untuk mempromosikan wisata alam yang ada di Natuna,” jelasnya.

Cherman menjelaskan, sebelum hadirnya Palapa Ring Barat, Natuna yang berada di gerbang utara tanah air itu sangat kesulitan untuk berkomunikasi.

Bahkan pesan singkat yang dikirimkan kerap terlambat masuk ke telepon seluler atau bahkan tidak diterima orang yang dituju.

“Dulu jaringan di sini cuma 2G, terus pada 2014 naik menjadi 3G itu pun hanya di beberapa wilayah saja,” paparnya.

Kemudian pada 2016 jaringan 3G kata Cherman, mulai meluas ke daerah lainnya di Natuna. Di antaranya di Kecamatan Serasan dan Sedanau.

Fasilitas jaringan sinyal telepon seluler dan internet di Natuna semakin baik pada 2017.

Pemerintah kata dia memberikan daerah tersebut lima titik internet gratis dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo.

Di antaranya di Tugu Gasing, Pantai Kencana, Tourist Information Centre (TIC) dan area kantor Dinas Perhubungan.

Masyarakat mulai benar-benar merasakan nikmatnya berkomunikasi dan mengakses internet dari gawainya masing-masingpada 2018.

“Sekarang itu di rumah saja sudah ada sinyal dan sekarang di Natuna sudah banyak masyarakat yang berdagang secara online,” jelasnya.

Kata Cherman, hanya dengan modal paket internet masyarakat di Natuna kini sudah bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan.

“Palapa Ring Barat ini benar-benar membantu kami, terutama saya sebagai pelaku pariwisata,” tuturnya.(Messa Haris)

Update