batampos.co.id – Diduga mengalami kebocoran di bagian lambung, KM Usaha Bersama GT.6 No.6396/IH yang serat muatan sembilan bahan pokok (Sembako) karam di pelabuhan rakyat jalan M.Daud Tanjungbatu Kecamatan Kundur, Karimun.

Akibatnya ratusan kardus mie instan dan muatan lainya hanyut dan menjadi rebutan warga masyarakat.

Rencanaya KM Usaha Bersama akan bertolak menuju Pulau Burung untuk mengantar muatan Sembako tersebut.

Nahkoda kapal, Abdul Rahim, kepada Batam Pos menyebutkan, KM Usaha Bersama, memuat sembako, mie instan dan makanan ringan.

Jumat (16/8/2019) pagi kapal tersebut lanjutnya berencana berangkat ke pulau Burung. Kapal masih bersandar sambil menunggu kleren surat-surat jalan dari pihak syahbandar Tanjungbatu, sekitar pukul 5.30 WIB dan kapal sudah penuh air.

ABK KM Usaha Bersama berusaha mengambil sembako yang berada di atas air. Foto: Ims/batampos.co.id

“Saya kaget, begitu bangun tidur tiba-tiba kapal sudah dipenuhi air dan kondisi kapal miring ke kanan,” katanya.

Selanjutnya ia bersama dua orang ABK berupaya menyelamatkan barang muatan dengan memindahkan sebagian barang ke kapal lain.

Ramli salah seorang warga mengaku jika KM Usaha Bersama biasa bersandar untuk memuat Sembako tujuan pulau Burung.

Kata dia, jika dilihat kondisi kapal tidak terlihat rusak, kemungkinan mengalami bocor.

“Daripada hanyut lebih ke laut, mie instan yang berserak baik kita selamatkan dan kita hanya mengambil barang yang sudah hanyut tidak berani mendekati kapal yang karam,” katanya.

Kapolsek Kundur, Kompol Endi Endarto, yang berada di lokasi kejadian, membenarkan jika kapal mengalami kebocoran.

“Saat kejadian tidak ada korban jiwa, hanya korban material ditaksir puluhan juta karena seluruh muatan karam,” jelasnya.(ims)