Olahraga digital atau e-Sport yang mempertandingkan kompetisi bermain game memang tengah digandrungi kalangan milenial belakangan ini.
Tak hanya di dalam negeri, e-Sport ternyata juga digemari di seluruh dunia. Menangkap peluang itu, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai rutin menggelar pertandingan e-Sport.
Salah satunya, turnamen Players Unknowns Battle Grounds (PUBG) yang tengah fenomenal.
Tujuannya, menggoda wisman milenial penggemar game agar bertandang ke Batam.
RATNA IRTATIK, Batam
Sebanyak 25 meja tersusun rapi dengan masing-masing empat kursi saling berhadapan. Musik keras memecahkan suasana, yang beradu kencang dengan sorak-sorai beberapa kelompok remaja dari beberapa penjuru sekaligus.
Ramai, heboh dan, meminjam istilah kalangan muda zaman sekarang, pecah!
Ya, saat itu, sekumpulan anak remaja tersebut memang tengah bersiap untuk memulai perang. Namun, itu bukan perang adu fisik atau senjata.
Melainkan, mereka tengah mengikuti Turnamen Players Unknowns Battle Grounds (PUBG) Mobile yang diselenggarakan oleh Creative Event One Junceng di Mall Botania 2, Batam Centre, Kota Batam, Minggu (31/3/2019) lalu. Turnamen ini sudah dimulai sejak sehari sebelumnya.
Suasana kembali tenang, setelah pihak panitia memberi aba-aba pertandingan akan dimulai.
Sejurus kemudian, peserta yang berjumlah 100 orang dengan 25 tim itu mengambil posisi. Pandangan semua tertuju ke layar ponsel masing-masing.
Saat pertandingan benar-benar dimulai, jempol tangan peserta mulai menari-nari di atas layar ponsel.
Di bagian lain, sang penyemangat terus berteriak, sambil memandang layar besar yang menampilkan channel YouTube, yang menyiarkan langsung turnamen itu.
Pertandingan terus berjalan. Tak berselang lama, sejumlah peserta meletakkan ponsel mereka. Sebagian lagi terlihat serius melanjutkan “peperangan” itu.
Satu jam berlalu, banyak peserta mulai berguguran, tersisa hanya beberapa peserta saja.

Hingga puncaknya, dari 25 squad yang berlaga di tiga maps atau arena pertandingan hingga selesai babak penyisihan, tim dari Lolylypop dan Frank JR berhasil meraih Kings Map of Erangel dan Better Luck Next Time.
Sementara, Kings Map of Miramar diraih Shadow Of Death dan Better Luck Next Time oleh Lolylypop.
Kemudian, Kings Map of Sanhok oleh Saviour dan Better Luck Next Time oleh Lolylypop.
Promotion Event OneJunceng, Icank, mengatakan, turnamen ini sengaja digelar mengingat saat ini e-Sport sudah diakui sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam event resmi.
Baik itu untuk skala lokal, nasional hingga internasional. Hal ini terlihat dari antusias peserta yang mengikuti kegiatan ini.
“Kita sebenarnya juga mempromosikan turnamen ini sampe ke luar negeri. Bahkan, awalnya peserta dari Thailand dan Singapura mau datang, tapi kemudian batal karena ada alasan teknis,” ujar Icank.
Icank menyebut, e-Sport punya banyak manfaat. Misalnya, melatih kekompakan dan kerja sama tim.
Selain itu, kegemaran bermain game tersebut juga bisa jadi profesi karena banyak juga gamers yang tiap bulan berpenghasilan hingga puluhan juta dari channel YouTube mereka.
Sejumlah peserta pun mengakui, kegiatan ini sangat positif dan berharap bisa digelar secara rutin.
“OneJunceng Tournament PUBG ini event bagus dan keren. Squad yang ikut pun banyak dan mayoritas profesional. Kalau sering diadakan, pasti lebih bagus,” kata Ivon, salah satu player.
Turnamen serupa juga pernah digelar beberapa komunitas anak muda di Batam.
Johannes, salah seorang panitia event turnamen PUBG di Batam mengaku pernah mengadakan turnamen serupa dan diikuti tim dari negeri tetangga, Singapura.
“Padahal saat itu kami promosinya cuma dari WhatsApp atau Ig (Instagram) masing-masing anggota komunitas, tapi memang beberapa di antaranya ada yang berteman dengan pemain dari negera lain. Jadi mereka (pemain asing) ikut join,” tutur Jo, panggilan akrabnya.
Hal lain yang membuat turnamen e-Sport semacam itu bisa menarik banyak pemain dari berbagai wilayah lain di Indonesia maupun dari mancanegara, yakni hadiah yang ditawarkan.
“Kalau hadiahnya besar, sudah pasti yang mau ikut banyak,” kata dia.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam akan mendorong stakeholder kepariwisataan untuk membuat agenda pariwisata yang dapat menarik milenial.
Seperti, e-Sport yang banyak dimainkan kaum milenial beberapa waktu belakangan ini.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata mengatakan, turnamen e-Sport berpotensi menarik wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam, khususnya wisman dari kalangan muda.
Kegiatan tersebut bisa dibundel dalam satu paket wisata. Misalnya, dimasukkan dalam paket yang mencakup tiket kapal dan penginapan sekaligus.
“Contohnya turnamen PUBG. Event seperti ini bisa diperbanyak dan dibuat dengan skala lebih luas, menjangkau hingga ke pemain internasional,” kata Ardiwinata.
Pihaknya yakin, jika rutin digelar, turnamen e-Sport tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisman milenial.
Kegiatan ini, menurut dia, juga bisa dimasukkan dalam program Millennials Hot Deals dari Kementerian Pariwisata.
Pihaknya mengaku akan terus berupaya menjadikan Batam sebagai daerah tujuan wisman kalangan milenial.
“Karena wisman dari kalangan milenial ini punya potensi untuk memberi influence (pengaruh) lebih luas, baik itu ke kawannya sendiri atau bahkan pengikutnya di berbagai kanal media sosial, tentang liburan atau kunjungannya ke suatu negara atau daerah,” paparnya.
Dengan begitu, sambung Ardi, pihaknya akan sangat mendorong jika banyak pihak yang mengadakan kegiatan yang bersifat milenial untuk menjaring kunjungan wisman.
“Pemerintah akan mendukung, termasuk membantu promosi acara tersebut,” kata dia.
Selain itu, untuk menarik wisman milenial ke Batam, juga bisa dilakukan dengan memperbanyak destinasi wisata kekinian.
Misalnya, membuat taman-taman atau sudut kota yang menarik untuk difoto atau Instagramable, sesuai kegemaran wisatawan milenial.
Selain itu, juga melalui event-event musik jazz, musik underground, atau bartender championship yang dulu pernah ada di Batam.
“Kami akan mencoba hidupkan kembali. Melalui kegiatan-kegiatan ini kita yakin akan menjadi daya tarik bagi wisman datang ke Batam,” kata Ardi.
Sementara Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam VITO Annual Meeting 2019 di Batam beberapa waktu lalu menantang Batam dan Kepri untuk menciptakan paket Hot Deals bagi kaum milenial.
Millennial Hot Deals ini merupakan bagian dari Super Extraordinary Strategy Kementerian Pariwisata untuk menggaet wisman sepanjang 2019 ini.
“Kepri kontributor terbesar ketiga kunjungan wisman ke Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Saya harap Hot Deals di Kepri menyumbang sampai 2 juta kunjungan wisman. Program kedua adalah Hot Deals untuk milenial yang terdiri dari millennial event, millennial destination, millennial promotion terutama di Kepri untuk menarik lebih banyak turis milenial ke sini,” ujarnya.
Tahun ini, Kemenpar menargetkan 20 juta kunjungan wisman ke Indonesia.
Dari jumlah itu, 50 persen di antaranya adalah target wisman milenial yang berusia antara 15-34 tahun.
Karena berdasarkan data, 57 persen traveller yang berlibur di kawasan Asia adalah kaum milenial.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan untuk memenuhi target wisman milenial ini, pihaknya mendorong pengembangan wisata alami.
Karena menurutnya kaum milenial ini mulai berwisata kembali ke alam. Atau olahraga seperti lari, renang, sepeda, e-Sport, dan sebagainya.
“Milenial senang yang bisa kumpul, hal di luar kemapanan. Mungkin ada atraksi nyeleneh. Ini tantangan untuk Kepri, termasuk kabupaten/kota.
Karena Kementerian menargetkan 3,5 juta kunjungan wisman dari super extra ordinary strategy yang salah satunya adalah Millennials Hot Deals ini,” tuturnya.(*)
