batampos.co.id – Prospek bisnis PT Sat Nusapersada Tbk, Batam, semakin cerah. Setelah sebelumnya mendapat kontrak dengan perusahaan perakit ponsel pintar iPhone, Pegatron Corporation, kini giliran merek smartphone Lenovo yang akan diproduksi di pabrik milik Sat Nusa.

”Bulan ini sudah dimulai, kita produksi Lenovo tablet yang diekspor ke Amerika. Ini untuk yang pertama kalinya,” kata Presiden Direktur Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan, Kamis (15/8/2019) di Hotel Nagoya Hill, Batam.

Abidin belum menjelaskan secara detail mengenai nilai investasi Lenovo ini. Namun yang pasti, setiap bulannya Sat Nusa akan mengeskpor 100 ribu tablet Lenovo ke Amerika.

Selain Lenovo, jam pintar (smartwatch) merek Imoo juga akan diproduksi di pabrik Sat Nusa.

Berbeda dengan Lenovo yang sudah mulai produksi, Imoo baru akan mulai diproduksi di Sat Nusa pada September mendatang.

Imoo itu mulai datang bulan depan untuk produksi. Untuk tenaga kerja, kita butuh di dua bidang itu ratusan saja,” jelasnya.

Operator di PT Sat Nusapersada Tbk Batam merakit ponsel pintar di pabrik tersebut, belum lama ini. Mulai bulan ini, Sat Nusapersada juga memproduksi tablet Lenovo untuk diekspor ke Amerika Serikat. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Jadi, kita doakan saja ya, biar tercipta lapangan kerja baru untuk Batam,” kata Abidin sambil berlalu.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawadi, mengatakan, bisnis smartphone merupakan bagian dari konsentrasi BP Batam dalam mendatangkan investasi yang berbasis 4.0.

Isu mengenai pengembangan industri berbasis 4.0 akan dibahas dalam pertemuan bilateral antara Singapura dan Indonesia di Batam pada 16 September nanti dan pertemuan berikutnya di Singapura pada Oktober mendatang.

”Kami sudah ajukan tiga isu faktual untuk memperkuat hubungan bisnis Indonesia dengan Singapura,” ujarnya.

“Pertama yakni konten promosi bisa diubah karena Batam punya akses insentif seperti GSP, inland FTA, dan lain-lain,” jelasnya lagi.

Isu kedua yakni mengenai pengawasan kegiatan alih kapal (transphiment) dari Batam ke Singapura maupun sebaliknya. Isu ketiga yakni memanfaatkan pengembangan konektivitas dan logistik.

”Singapura tengah bangun Terminal Changi 5. Jadi, bisa kita manfaatkan untuk program one day service, dimana pengiriman elektronik akan lebih cepat ke Batam. Baru kemudian membangun konektivitas logistik lewat New Port Singapore,” katanya.(leo)