batampos.co.id – Semakin gemas dengan para pelaku karhutla, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menggunakan semua instrumen hukum mulai dari Pidana, Perdata, sanksi administrasi sampai perampasan keuntungan perusahaan pelaku karhutla.

Sampai kemarin (16/8) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK telah menyegel 19 lokasi lahan terbakar milik perusahaan pemegang konsesi.

Sebanyak tiga perusahaan di Riau, tiga di Jambi, 10 di Kalimantan Barat, serta tiga di Kalimantan Tengah.

Laporan dari BNPB per 16 Agutus 2019 pukul 16.00 WIB kemarin, titik panas tercatat sejumlah 756 titik di enam provinsi.

Yakni Provinsi Riau, Jambi, Sumsel serta Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan terpapar kabut asap dengan kualitas udara mulai dari sedang hingga tidak sehat.

Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani meyakini bahwa penyebab kebakaran hutan 99 persen adalah ulah manusia.

Mulai dari yang iseng, hingga yang sengaja ingin meraih keuntungan finansial dengan membakar untuk pembukaan lahan.

“Penyebab lain karena cuaca yang kering sehingga lahan gambut mudah terbakar,” jelasnya, Jumat (16/8/2019).

Pria yang akrab disapa Roy ini berjanji bahwa kali ini KLHK akan menggunakan penegakan hukum sebagai pendekatan utama dalam mengatasi karhutala.

Tahun 2015 kemarin, upaya penegakan hukum juga telah dilakukan. Hal ini efektif karena dalam 3 tahun terakhir Indonesia menikmati udara yang lebih bersih.

“Awal tahun kemarin jumlah hotspot menurun, tapi Juni-Juli ini kok tiba-tiba naik. Ini akan kita usut,” katanya.

Jika terbukti, para pembakar hutan akan dijerat pasal berlapis. Yang pertama adalah UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Satgas Karhutla Provinsi Riau melakukan pamadaman lahan gambut yang terbakar di Kawasan Jalan Air Hitam, Pekanbaru, Jumat (9/8/2019). Foto: MHD Akhwan /RIAU POS/jpg

Kemudian ada UU nomor 18 tahun 2004 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman penjara mulai 10 hingga 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Kemudian UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman 10 tahun penjara dengan ancaman hingga Rp 10 miliar rupiah.

Roy mengatakan, 110 surat peringatan telah dilayangkan pada para pimpinan perusahaan pemegang konsesi.

Penyelidikan terus dilakukan. Nantinya pimpinan perusahaan­ akan dipanggil dan akan dihukum jika terbukti bersalah.

Selain sanksi pidana, sanksi administrasi juga akan dijatuhkan. Mulai dari penghentian hingga pencabutan izin.

“Jika terbukti perusahaan membakar dengan maksud meraih keuntungan finansial, maka negara juga berhak merampas keuntungan tersebut,” kata Roy.

Selama ini kata Roy perusaha­an kerap mengelak ketika ditemukan kebakaran di wila­yah yang menjadi tanggung jawab konsesinya.

“Mereka ber­kelit dan mengatakan tidak membakar. Apinya lompat, sekarang alasan semacam ini tidak akan kami terima,” katanya.

“Tang­gung­ jawab perusahaan penuh ter­hadap wilayah konsesinya,” je­lasnya lagi.

Dalam Peraturan Menteri LHK nomor 32 tahun 2018 kata Roy dijelaskan bahwa pe­rusahaan pemegang konses­i lahan gambut wajib memili­ki regu pemadam kebakar­an.

Se­tiap 20 hektar lahan wajib dij­aga 1 regu yang bera­ng­gotakan 15 orang dengan skill dan peralatan yang mumpuni­.

Upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran juga harus masuk dalam anggaran perusahaan.

“Jika terjadi kebakaran, seluruh perusahaan wajib mem-back up seluruh operasi pemadaman,” katanya.

Deputi Klimatologi BMKG, Herizal, mengungkapkan, Kalbar dan Kalteng mempunyai hutan gambut yang cukup luas.

Gambut yang sehat biasanya sulit terbakar karena lantai dari hutan gambut yang selalu basah oleh genangan air.

Juga berfungsi sebagai  tempat penyimpanan air di musim hujan dan cadangan air di musim kemarau.

Akan tetap, lanjutnya,  banyak lahan gambut di Kalbar dan Kalteng yang kurang sehat sehingga di musim kemarau genangan air di lahan gambut ikut hilang “Lahan gambut yang lantainya sudah kering mudah terbakar.

Indikator dari kebakaran hutan gambut salah satunya titik panas,” jelasnya.(tau/jpg)