batampos.co.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri yang juga Direktur Utama Batam Pos Candra Ibrahim, menghadiri acara Misa Triwulan Pertama, di Kampung Sei Aleng RT 01/RW 11 Sagulung, Minggu (18/8/2019).

Ratusan warga Komunitas Perantau Asal Sikka (Kompas) Maumere Kota Batam hadir di sana.

Candra yang saat itu hadir sebagai salah satu pembicara memberikan pemahaman kepada warga terkait penggunaan media sosial (medsos) serta bagaimana etika bermedia sosial.

Selain Candra, Kompas juga mengundang Wali Kota Batam yang diwakili Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam Said Khaidar.

Di hadapan warga, Said juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki identitas kependudukan bagi masyarakat Kota Batam.

“Kompas baru berdiri tiga bulan lalu. Tepatnya 2 April 2019. Komunitas ini sebagai bentuk wadah solidaritas kami warga Sikka di Kota Batam,” jelas Ketua Dewan Pembina Sikka Romo Manse..

“Kita hadirkan Pak Candra sebagai narasumber bagaimana bijak bermedsos. Karena tidak dipungkiri banyak keburukan jika tidak bijak dalam bermedsos,” kata dia lagi.

“Selain itu, ini bentuk dukungan kami warga Sikka,” paparnya.

Ketua Kompas Batuaji-Sagulung dan sekitarnya, Laurensius Lado (kanan) memberikan cenderamata kepada Candra Ibrahim pada Misa Triwulan Pertama di Kampung Sei Lang, Sagulung, Minggu (18/8/2019). Foto: Rengga Yuliandra/batampos.co.id

Tokoh muda masyarakat Kompas, Saverius Moa menambahkan, jika Candra Ibrahim diberi kesempatan untuk maju di Pilwako Batam 2020, ia bersama masyarakat Sikka khusus di Batuaji dan Sagulung dan sekitarnya siap mendukung.

“Jika Pak Candra maju di Pilwako Batam, kita siap dukung beliau,” ucap Saverius yang dilanjutkan teriakan siap dan tepuk tangan dari warga Sikka.

“Terimakasi atas dukungan warga Kompas. Jika saya diberi kesempatan saya siap menjalankan amanah ini,” jawab Candra.

Selanjutnya, dalam pemaparannya, Candra menjelaskan mengenai pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Perkembangan ini melahirkan berbagai aplikasi berbasis media sosial. Dan setiap masyarakat sudah memiliki medsos.

“Kita harus bijak menggunakan medsos. Karena dengan Undang-Undang ITE, bisa menjerat para pengguna medsos. Penting saring dulu sebelum share,” kata Candra membuka pemaparannya.

Dijelaskannya, pengguna medsos yang bijak adalah sebelum membagikan setiap informasi, terlebih dahulu melakukan cek dan ricek.

“Jadi harus berhati-hati saat menyebarluaskan informasi yang kita peroleh. Apalagi sejak pilpres banyak berita hoaks yang disebarkan orang tak bertanggung jawab,” ujarnya.

“Tentu kalau ini tidak kita antisipasi dari sekarang bisa merusak keutuhan bangsa kita,” ucap Candra lagi.

Apalagi, sambungnya, tahun depan Batam akan menghadapi pemilu serentak.

“Karena Batam ini multi etnis dan miniatur Indonesia, jangan sampai kita diadu domba oleh berita-berita hoaks. Cek dan ricek dulu. Cek lagi dan cek lagi untuk kebaikan kita bersama,” tambah Candra.

Sementara itu, Said Khaidar menyampaikan bahwa dalam pengurusan identitas tidak dikenai biaya sepeserpun alias gratis.

“Ngurus KTP itu gratis,” katanya disambut tepuk tangan ratusan anggota Kompas.

“Tugas saya membantu warga Batam. Saya tegaskan lagi ke semua pelayanan itu gratis. Siapa yang belum punya KTP, akta lahir bilang sama ketua (Kompas). Karena apapun urusan kita membutuhkan KTP,” tambah Said.

Pada Misa triwulan pertama warga Kompas tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Kompas, seperti Ketua Kompas Batuaji-Sagulung dan sekitarnya Laurensius Lado, Politisi Nasdem Horjani Hutagalung, Ketua Dewan Pembina Kompas Romo Manse, Wakil Ketua Pembina Yosef Hipolitus, Thomas Andreas, Petrus Kinyu da Silva, Thomas, bendahara Kompas Maria Fortunata Tekla, sekretaris Maria Trikora, dan Faustina Mawar Heret.

Lalu, Korwil Kompas Sidomuncul Albinus, Korwil Kompas Tanjunguncang Jaya Yustus Corinus, Korwil Cunting Thomas Kindo, Korwil Sagulung Hendrikus Eon, Korwil Kavling Lama Silvester Subardi, Korwil Dapur 12 Servasius Serwadus, Korwil Marina (kendal sari) Eduardus Endi, Korwil Simpang Barelang Gaspar Gewar, dan tokoh muda kompas Saverius Moa.(rng)