batampos.co.id – Komisaris Utama Citramas Group, Kris Taenar Wiluan, mendapatkan Anugerah Satya Lencana Pariwisata 2019 dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan Menpar di Jakarta, Sabtu (17/8). Penghargaan diberikan karena Kris dinilai memiliki peran dan kepedulian yang sangat tinggi dalam mengembangkan sektor pariwisata di Batam.

Atas pengharagaan ini, Kris mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak. Mulai dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, Pemko Batam, Pemprov Kepri, dan pihak-pihak lainnya.

“Terimakasih, karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berpartisipasi membangun industri pariwisata di Nongsa, Batam,” katanya, Minggu (18/8/2019).

Ia mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu motor penggerak roda perekonomian. Untuk itu, selain fokus mengembangkan sektor lainnya, Citramas Group juga berkomitmen membangun industri pariwisata di Batam.

Sementara Direktur Keuangan Citramas Group, Peter Vincent, mengatakan keluarga besar Citramas Group sangat bangga dengan prestasi yang diraih Kris Wiluan. Menurut dia, Kris layak menerima penghargaan tersebut karena selama ini dia memang sudah bekerja keras dengan dedikasi yang tinggi dalam ikut membangun Batam, terutama pembangunan di sektor industri dan pariwisata.

“34 tahun mengikuti beliau. Saya mengetahui persis bagimana kerja keras beliau dan begitu mencintai pekerjaannya,” tutur Peter.

Sejak masuk ke Batam, kata Peter, sosok Kris Wiluan sudah mencurahkan segalanya untuk industri dan perekonomian Batam.

Bermula memulai bisnis pendukung pertambangan minyak, kemudian merambah ke bisnis pariwisata.

“Beliau melihat begitu strategisnya lokasi Batam. Dan melihat pulau ini butuh fasilitas berupa hotel dan beragam fasilitas penunjang lainnya,” ungkap Peter.

MENTERI Pariwisata Arief Yahya (kiri) menyerahkan penghargaan Satya Lencana Pariwisata 2019 kepada Kris Taenar Wiluan.

Demi mendukung iklim industri pariwisata, Kris Wiluan akhirnya membuat resort di Nongsa. Nongsa dipilih sebagai lokasi pembangunan resort karena memiliki pemandangan alam yang indah.

“Pak Kris mulanya mendirikan Turi Beach Resort, lalu berlanjut hingga Nongsa Point Marina dan Nongsa Village,” ungkap Peter.

Dulunya, wisatawan mancanegara yang datang ke tiga resort tersebut harus menempuh jarak yang cukup jauh. Karena ketika awal mula ketiga resort itu dibangun, baru ada pelabuhan feri internasional di Sekupang dan Batuampar.

“Akhirnya, beliau mengajukan pembangunan pelabuhan internasional di Nongsa (Nongsapura). Tak hanya pelabuhan, ada fasilitas golf juga. Tentunya menambah daya tarik wisatawan yang datang ke sini,” tutur Peter.

Perkembangan Batam dari tahun ke tahun cukup pesat. Industri-industri manufaktur bertumbuhan, begitu juga di sektor pariwisata. “Kini, Pak Kris melihat peluang lainnya, industri kreatif di dunia digital,” ucap Peter.

Kris Wiluan akan menyandingkan industri digital ini dengan industri pariwisata. Diharapkan dua sektor ini dapat tumbuh subur, menjadi satu kesatuan yang saling memberikan dukungan serta sokongan.

“Pak Kris selalu memperhatikan perkembangan dunia. Dan satu lagi, perhatiannya untuk memajukan anak muda bangsa begitu besar. Kebanyakan rekrutan di industri digital, offshore atau lainnya, anak muda semua. Anak muda yang memiliki skill mumpuni tentunya,” ucap Peter. (ska)