batampos.co.id – Disperindag Kota Batam berencana menambah pangkalan resmi gas elpiji tiga kilogram.

Hal itu dimaksud agar harga gas elpiji bersubsidi sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 18 ribu.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, saat ini tercatat ada sekitar 1800 pangkalan resmi di Kota Batam.

Jumlah pangkalan itu dirasa kurang, mengingat jumlah penduduk yang terus bertambah.

“Saat ini jumlah pangkalan saya rasa kurang. Jika dibandingkan dengan jumlah warga,” ujar Gustian.

Menurut dia, setia RW bahkan RT harusnya memiliki satu pangkalan gas elpiji resmi. Tujuannya, agar harga elpiji bersubsidi itu terkontrol dan tak ada lagi yang menjual diatas HET.

“Kalau bisa disetiap kawasan itu ada pangkalan. Jadi harga itu bisa dikontrol. Apalagi penggunaan gas elpiji ini meningkat di Batam.

ilustrasi

Meski begitu, tahun 2020 mendatang, ada rencana pemasangan gratis jaringan gas (jargas) untuk 5000 rumah di Kota Batam oleh PGN.

Untuk lokasi, rencananya dilakukan di sekitar daerah Batamkota.

“Nah, hal ini juga salah satu cara pengalihan agar warga tak terlalu bergantung kepada gas bersubsidi. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar,” jelas Gustian.

Sales Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, membenarkan adanya rencana pemasangan jargas tahun 2020 ke 5 ribu rumah tangga.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan penugasan langsung dari Kementrian ESDM kepada PGN.

“Benar. Usulan itu diajukan Pemko Batam untuk seluruh Kecamatan. Tahap awal di kawasan Batamkota, 5000 rumah tangga,” ujar Wendi.

Menurut dia, kawasan Batam kota dipilih karena juga sudah memiliki jaringan dan banyak peminat. Pemasangan dilakukan sepanjang tahun 2020 dan rencananya berkelanjutan.

“Untuk tahun sebelumnya itu didaerah Sagulung. Nah tahun depan itu di Batamkota bedasarkan rekomendasi Pemko,” jelas Wendi.(she)