batampos.co.id – Sampah menjadi perhatian serius oleh kecamatan Batuaji, Kota Batam.

Setelah meluncurkan program bank sampah di masing-masing kantor kelurahan, pihak kecamatan kembali membuka layanan pengaduan sampah kepada masyarakatnya.

Layanan pengaduan ini dikemas dalam bentuk aplikasi “batuajiku” yang bisa didownload melalui smartphone.

Masyarakat yang menemukan tumpukan sampah tinggal memfoto disertai alamat temuan sampah kemudian dikirim melalui aplikasi tersebut.

“Pelapor juga harus mencantumkan identitas diri, pelapor kita jaga kerahasiaannya, tapi laporan atau aduan juga harus valid,” ujar Camat Batuaji, Ridwan, Selasa (20/8/2019).

Sampah yang berada di pinggir jalan. DLH Kota Batam mengaku kesulitan menemukan lahan untuk dijadikan TPS di wilayah Batuaji dan Sagulung. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Selain melalui aplikasi, aduan atau layanan persoalan sampah ini juga diterima melalui via telepon atau whatsapp ke nomor call center 0812 4785 0566.

“Sama juga sistemnya. Laporan harus valid biar tak sia-sia armada merespon ke lokasi yang dikeluhkan,” tutur Ridwan.

Aplikasi dan layanan ini untuk mengatasi persoalan sampah yang sering dikeluhkan masyarakat Batuaji selama ini.

Masyarakat mengeluh sebab sampah belum bisa diatasi semuanya dalam waktu yang bersamaan karena keterbatasan petugas dan armada pengangkut sampah.

Kata dia, armada pengangkut sampah di Batuaji ada 14 mobil pick up dan empat sepeda motor becak.

Sementara sampah yang dihasilkan mencapai 60 hingga 70 ton perhari dengan perhitungan satu jiwa menghasilkan 0,5 kilogram sampah perhari.

“Jumlah penduduk kita 130 ribu jiwa, kalau dikalikan dengan 0,5 kg sampah perhari bisa 60 hingga 70 ton perhari,” jelasnya.

“Ini yang perlu disadari kita bersama untuk lebih irit lagi menghasilkan sampah di manapun kita berada,” imbau Ridwan.(eja)