batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mengimbau warga untuk tidak berada di dekat lokasi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, akibat kebakaran lahan sampah tersebut, bisa berdampak pada kesehatan warga.

Kata dia, gangguan kesehatan berupa iritasi saluran pernapasan sering menyerang warga jika terpapar asap. Apalagi jika sampah di TPA yang terbakar tercampur plastik.

”Tapi saat ini kondisi udara di sekitar lokasi masih aman dan tidak perlu dikhawatirkan,” kata Didi, Senin (20/8/2019).

Namun demikian, lanjutnya, warga lebih baik tidak berada di sekitar lokasi. Selain itu, untuk menjaga kesehatan, warga bisa menggunakan masker untuk melindungi tubuh dari dampak asap yang ditimbulkan dari kebakaran.

”Karena ini kan kebakarannya tidak bisa langsung padam,” jelasnya.

“Butuh waktu yang cukup lama. Jadi, sebaiknya gunakan masker serta jauhi lokasi,” imbaunya lagi.

Mobil water canon milik Polresta Barelang ikut membantu memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di TPA Telagapunggur, Jumat (16/8/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Didi menambahkan, jika warga merasa ada gangguan pada saluran pernapasan, agar bisa memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Kata dia, saat ini gangguan pernapasan cukup banyak menyerang warga.

”Tidak saja yang ditimbulkan dari kebakaran, debu di jalan juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Untuk itu gunakan masker lebih baik,” paparnya.

Menurutnya, saat ini kondisi udara di lokasi kebakaran lahan di TPA Telagapunggur masih aman dan normal.

Level udara akibat kebakaran masih dalam garis aman. Namun, jika melihat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang menunjukkan angka 127, kualitas udara di Batam termasuk tidak sehat.

”Mungkin karena berbagai faktor juga, jadi bukan karena efek dari kebakaran. Sebaiknya pakai masker ketika berkendara dan perbanyak minum air putih karena cuaca cukup panas,” tambahnya.(yui)