batampos.co.id – Dua perusa­haan pelat merah bakal menjua­l ke­pemilikannya di sejumlah ru­as tol.

Salah satunya PT Was­ki­ta Karya Tbk. BUMN itu akan menjual sembilan ruas tol tahu­n ini.

Direktur Keuangan dan Strategi Waskita Karya, Haris Gu­­nawan, menyebutkan, pihak­ny­a telah mengantongi izin dari Kementerian Badan Usaha­ Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham untuk penjualan jalan bebas hambatan tersebut.

”Yang sekarang dalam proses due diligence (uji tuntas, red) oleh dua investor ada lima ru­as. Masih berjalan. Tapi, kami belum bisa announce karena masih dalam proses,” ujarnya saat public expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Selasa, (20/8/2019).

Dia berharap lima ruas tol tersebut bisa dieksekusi pada semester kedua tahun ini. Selain itu, dia ingin dua investor tersebut segera mengajukan penawaran.

”Kami sangat berharap mereka segera mengajukan final bidding offer. Setelah itu, kami lakukan negosiasi. Kurang lebih ada tiga tahapan lagi,” imbuhnya.

Haris menambahkan, dua investor tersebut benar-benar serius. Tidak seperti investor yang mengajukan diri sebelumnya, yang mundur karena tidak cocok dengan harga yang ditawarkan.

Sejumlah kendaraan melintasi di jalan tol Banyudono Boyolali-Solo di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (30/5) lalu. Dua perusahaan pelat merah bakal menjual kepemilikannya di sejumlah ruas tol. Foto: Arief Budiman/Radar Solo/jpg

Namun, dia enggan menyebutkan lima ruas tol yang telah melalui proses due diligence. Yang jelas, tol Becakayu tidak masuk lima ruas tol terse­but.

”Saya luruskan, Becakayu belum proses. Tapi, tentu kami siapkan dari sekarang supaya transaksi bisa awal tahun de­pa­n,” tambahnya.

Nanti dana hasil divestasi itu digunakan untuk investasi di ruas tol yang baru. Hingga semester I 2019, to­tal nilai liabilitas atau utang emiten dengan kode perdaga­ngan WSKT tersebut mencapai Rp 103,72 triliun.

Jumlah itu terdiri atas utang jangka pendek Rp 56,61 triliun dan utang jangka panjang Rp 47,1 triliun.

Menurut dia, utang tersebut tinggi karena pihaknya mengerjakan proyek dengan skema turnkey.

Artinya, pembayaran dilakukan setelah proyek pembangunan rampung.

”Jakarta–Cikampek Elevated, itu pekerjaan yang dilakukan secara turnkey. Jadi, begitu proyek selesai, kami akan dibayar,” urai dia.

Bukan hanya WSKT yang serius untuk menjual tol. BUMN lain yang juga akan menjual sejumlah ruas tolnya adalah PT PP Tbk.

Direktur Utama PT PP, Lukman Hidayat, menuturkan, pihaknya akan menjual dua ruas tol tahun ini.

”Di Medan dan di Malang. Kami usahakan tahun ini kalau bisa dua, tapi kalau nggak bisa ya satu,” ujar dia di tempat yang sama.

Lukman menyebutkan, pihaknya menaksir bahwa pundi-pundi akan terisi sekitar Rp 400 miliar dari penjualan dua ruas tol itu ditambah dengan Pelabuhan Kuala Tanjung.

”Kalau ada tambahan itu, kami berharap punya cash flow seperti tahun sebelumnya,” katanya.(dee/c11/oki/jpg)