batampos.co.id – Ignatius, Zen Oscarion dan M Tohir dituntut tinggi atas kepemilikan narkoba.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Zulna Yosepha, menuntut ketiganya 17 tahun penjara karena melanggar pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman pidana selama 17 tahun kepada tiga terdakwa,” ujar Zulna membacakan tuntutan, Selasa (20/8/2019).

Tak hanya tuntutan pidana, ketiganya juga akan didenda Rp 1 miliar. Jika denda tidak bisa dibayarkan, terdakwa akan menggantinya dengan 1 tahun kurungan penjara.

Terhadap tuntutan itu, ketiganya meminta keringan hukuman secara lisan.

Anggota Badan Narkotika Nasional Probinsi (BNNP) Kepri melakukan pengetesan barang bukti yang akan dimusnahkan di Kantor BNNP Kepri, Kamis (19/10).Pemusnahan barang bukti tersebut hasil tangkapan dari beberapa kasus dengan belasan tersangka. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

“Mohon ringankan hukuman kami yang mulia, kami masih memiliki tanggungan,” ucap ketiganya.

Diketahui ketiganya secara bersama-sama menjadi perantara dalam jual beli narkotika.

Menurut pengakuan Zen, barang haram tersebut diambil dari pinggir jalan Punggur atas perintah dari Umar (DPO) untuk diantarkan ke pemesan.

Zen mengaku tidak berani mengantar paket sabu ke daerah Pelita. Sehingga Umar memerintahkannya untuk memberikan sabu itu kepada Tohir.

Apesnya, Tohir diamankan BNNP Kepri atas kepemilikan sabu tersebut. BNNP kemudian menangkap Zen.

Saat dilakukan penimbangan, barang haram itu seberat 417 Gram. jenis sabu yang masing-masing dibungkus dengan plastik bening beratnya 0,72 gram. Kemudian 1 plastik bening berisi kristal putih dengan berat bruto 20,42 gram.(une)