batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam sudah mengajukan jumlah formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk guru yang rencananya akan dibuka tahun ini. Namun, pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak dari usulan 800 guru tersebut yang akan dikabulkan.

”Kita sudah serahkan ke BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Kemarin kami juga sudah bawa hingga ke pusat. Namun, informasinya mereka masih menunggu dari daerah lain mengenai usulan CPNS. Jadi, belum bisa diketahui berapa yang dikabulkan,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Selasa (20/8).

Hendri menyebutkan, pascamendirikan empat sekolah baru tahun ini, jumlah kebutuhan guru juga bertambah. Untuk tahun pertama mungkin tidak terlalu masalah, namun tahun selanjutnya tentu akan ada penambahan murid dan itu berpengaruh pada ketersediaan guru.

”Kalau kebutuhan tentu banyak. Jumlah yang kami usulkan itu sudah dihitung berdasarkan kondisi saat ini,” sebutnya.

Ilustrasi guru SD.
F Dalil Harahap/Batam Pos

Disinggung mengenai kebutuhan sesuai jenjang pendidikan, Hendri mengatakan kebutuhan hampir terjadi di semua tingkat. Dari total 800 lebih yang diusulkan ke Pemko Batam untuk jenjang SD dan SMP.

Ia berharap usulan ini bisa diterima oleh pemerintah pusat. Berdasarkan pertemuan dengan pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), tahun ini dua profesi yang diprioritaskan masih guru dan tenaga medis.

”Untuk itu, kami sangat berharap usulan ini bisa dika-bulkan guna mencukupi kebutuhan guru di Batam,” terangnya.

Berbagai kebijakan juga dikeluarkan untuk mengatasi kekurangan guru.

Salah satunya melalui kebijakan mengajar satu rumpun. Ke depan, guru akan mengajar lebih dari satu mata pelajaran atau bidang studi yang dinilai masih serumpun.

”Intinya, satu rumpun dengan jurusannya. Jadi, guru benar-benar harus paham soal ini dan bisa menjalankan tugasnya nanti,” tambah-nya. (yui)