batampos.co.id – Hengkangnya PT Foster dari Kota Batam ternyata tidak terlalu dikhawatirkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pasalnya perusahaan tersebut masuk dalam kategori industry footloose atau sering berpindah-pindah.

“Kalau saya masalah hengkang tidak terlalu peduli, itu industrinya footloose,” kata Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, Selasa (20/8/2019).

Edy mengatakan, perusahaan yang masuk dalam industry footloose kerap berpindah-pindah dan mencari negara yang upah pekerjanya murah.

“Maaf ya Batam ini SDMnya skillable, kalau Anda mencari upah murah silahkan ke negara yang baru berkembang,” ujarnya lagi.

Ilustrasi pekerja di Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Menurutnya, industri yang mengakar di Kota Batam dipastikan tidak akan berpindah-pindah. Salah satu contohnya kata edy, adalah PT Unisem.

“Unisem saja tetap bertahan,” jelasnya.

Edy menjelaskan, saat ini pihaknya juga konsen terhadap nilai tambah tenaga kerja.

“Saya tidak begitu peduli dengan jumlah, karena saya nanti akan pusing mencari mana perumahan dan lainya,” paparnya.

Edy mencontohkan tenaga kerja di bidang manufaktur di Singapura, nilai tambahnya mencapai USD 9.000 pertahun.

Kemudian Malaysia USD 3.600 pertahun dan Indonesia atau Kota Batam itu hanya USD 800 per tahun.

“Masa saya harus mengarah kepada tenaga kerja murah, skill tenaga kerja di Kota Batam ini hebat dan memiliki sertifikasi internasional,” paparnya.

Karena itu kata dia, perusahaan asing yang ingin mencari tenaga kerja murah dipastikan tidak akan bertahan di Kota Batam.(esa)