batampos.co.id – Terhentinya pasokan air ATB juga terjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIA Batam, membuat ribuan warga binaan di tidak nyaman.

Akibatnya polisi khusus lapas (Polsuspas) atau sipir meningkatkan pengamanan dan pengawasan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Yang jelas mereka merasa tak nyaman, biasanya air ngalir sampai ke blok masing-masing dalam waktu yang bersamaan, sekarang harus antre karena dialirkan perblok,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Surianto, Rabu (21/8/2019).

Karena air yang terbatas, pihaknya berinisiatif untuk membagikan air dengan selang ke setiap blok.

Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kota Batam. Air di Lapas Barelang terbatas mengakibatkan ketidaknyamanan warga binaan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Pengamanan dan pengawasan kami tingkatkan untuk meredam kemungkinan adanya gejolak akibat keterbatasan air ini,” paparnya.

Baca Juga: Air Mati, Lapas dan Rutan Barelang Surati PT ATB

“Kami juga berupaya keras untuk berikan penjelasan kepada mereka supaya tidak gejolak,” ujar Surianto lagi.

Pasokan air ATB, kata Surianto, sudah seharian tidak mengalir. Sehingga suplai air sepanjang Selasa (20/8/2019) hanya bergantung pada sisa-sisa air di bak penampungan.

Air di bak penampung yang tak begitu banyak mengharuskan pihak Lapas untuk mendistribusikan ke blok-blok yang ada secara bergiliran.

Selain itu lanjutnya, jadwal mandi atau cuci juga dibatasi sesuai dengan suplai air yang ada.(eja)